Detail Katalog
ID: 976
Analisis Proses Pengolahan Biji Kakao dengan Sistem Hazard Analysis and Critical Point (HACCP) pada Pabrik Kendenglembu PT. Perkebunan Nusantara XII di Banyuwangi : Tugas Akhir / ADJIE SULTAN MOHAMMAD SALEH
Edisi: 2019
Pengarang:
SALEH, Adjie Sultan Mohammad
SALEH, Adjie Sultan Mohammad
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Makassar :
Tahun Terbit:
2019
2019
Subjek
Tugas Akhir TIA 2019
Deskripsi Fisik:
xi, 37 halaman : Tabel, gambar ; 20x29 cm
xi, 37 halaman : Tabel, gambar ; 20x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2019 TA-TIA 818 SAL a
(R)2019 TA-TIA 818 SAL a
Control Number:
INLIS000000000000957
INLIS000000000000957
BIB ID:
0010-1221000180
0010-1221000180
Catatan
Tugas Akhir TIA 2019 ; PT. Perkebunan Nusantara XII, Pabrik Kendenglembu merupakan industri yang bergerak di bidang pengolahan biji kakao basah menjadi biji kakao kering terfermentasi. Dalam proses produksinya diawali dengan proses penerimaan bahan baku, fermentasi, pengeringan, tempering, sortasi dan pengemasan. Ketatnya peraturan ekpor mengharuskan pabrik Kendenglembu menjaga kualitas dan keamanan biji kakao kering dengan melakukan pengujian disetiap proses untuk memenuhi standar nasional Indonesia biji kakao 01-2323-2008. Akan tetapi walaupun telah melakukan pengujian demi menjaga biji kakao kering tidak terkontaminasi tetap saja ada beberapa keluhan dari konsumen. Maka peneliti mengusulkan menerapkan sistem HACCP pada proses pengolahan untuk dapat meminimalisir kontaminasi.
Setelah dianalisis didapatkan titik kendali kritis pada proses pengeringan dan sortasi dimana pada proses ini dapat meminimalisir terjadinya kontaminasi apabila dapat dikendalikan dengan baik dengan cara melakukan tindakan pencegahan berupa pemantauan dan tidakan koreksi berupa penjemuran lebih lanjut untuk proses pengeringan dan penyortiran ulang untuk proses sortasi.
Setelah dianalisis didapatkan titik kendali kritis pada proses pengeringan dan sortasi dimana pada proses ini dapat meminimalisir terjadinya kontaminasi apabila dapat dikendalikan dengan baik dengan cara melakukan tindakan pencegahan berupa pemantauan dan tidakan koreksi berupa penjemuran lebih lanjut untuk proses pengeringan dan penyortiran ulang untuk proses sortasi.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
47/TA TIA 2019 |
(R)2019 TA-TIA 818 SAL a |
Baca di tempat | Ruang Referensi | Tersedia |
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000000957 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20220102015335 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-1221000180 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a Analisis Proses Pengolahan Biji Kakao dengan Sistem Hazard Analysis and Critical Point (HACCP) pada Pabrik Kendenglembu PT. Perkebunan Nusantara XII di Banyuwangi : $b Tugas Akhir /$c ADJIE SULTAN MOHAMMAD SALEH | 4 |
| 100 | 1 |
# |
$a SALEH, Adjie Sultan Mohammad | 5 |
| 250 | # |
# |
$a 2019 | 6 |
| 300 | # |
# |
$a xi, 37 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm | 7 |
| 856 | # |
# |
$a OPAC (Rak TA TIA 2019) | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2019 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a (R)2019 TA-TIA 818 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a (R)2019 TA-TIA 818 SAL a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Tugas Akhir TIA 2019 | 12 |
| 500 | # |
# |
$a Tugas Akhir TIA 2019 | 13 |
| 008 | _ |
_ |
220102################|##########|#|## | 14 |
| 520 | # |
# |
$a PT. Perkebunan Nusantara XII, Pabrik Kendenglembu merupakan industri yang bergerak di bidang pengolahan biji kakao basah menjadi biji kakao kering terfermentasi. Dalam proses produksinya diawali dengan proses penerimaan bahan baku, fermentasi, pengeringan, tempering, sortasi dan pengemasan. Ketatnya peraturan ekpor mengharuskan pabrik Kendenglembu menjaga kualitas dan keamanan biji kakao kering dengan melakukan pengujian disetiap proses untuk memenuhi standar nasional Indonesia biji kakao 01-2323-2008. Akan tetapi walaupun telah melakukan pengujian demi menjaga biji kakao kering tidak terkontaminasi tetap saja ada beberapa keluhan dari konsumen. Maka peneliti mengusulkan menerapkan sistem HACCP pada proses pengolahan untuk dapat meminimalisir kontaminasi. Setelah dianalisis didapatkan titik kendali kritis pada proses pengeringan dan sortasi dimana pada proses ini dapat meminimalisir terjadinya kontaminasi apabila dapat dikendalikan dengan baik dengan cara melakukan tindakan pencegahan berupa pemantauan dan tidakan koreksi berupa penjemuran lebih lanjut untuk proses pengeringan dan penyortiran ulang untuk proses sortasi. | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 47/TA TIA 2019 | 16 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 13 Dec 2021