Detail Katalog
ID: 9708
Kinetika Proses Leaching Nikel dari Bijih Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat : Tugas Akhir / Indhyca Novitha Febryanzha (19TKM411)
Edisi: 2022
Pengarang:
INDHYCA Novitha Febryanzha
INDHYCA Novitha Febryanzha
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,
Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,
Tempat Terbit:
Makassar :
Makassar :
Tahun Terbit:
2022
2022
Subjek
Tugas Akhir TKM 2022
Deskripsi Fisik:
xiv + 34 halaman : Tabel;Gambar ; 20 x 29 cm. Bibliografi;Lampiran
xiv + 34 halaman : Tabel;Gambar ; 20 x 29 cm. Bibliografi;Lampiran
Nomor Panggil:
(R)2022 TA-TKM 818 IND k
(R)2022 TA-TKM 818 IND k
Control Number:
INLIS000000000009330
INLIS000000000009330
BIB ID:
0010-0923000024
0010-0923000024
Catatan
INDHYCA NOVITHA FEBRYANZA. 2022. Kinetika Proses Leaching Nikel dari Bijih Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat. Di bawah bimbingan Flaviana Yohanala Prista Tyassena sebagai sebagai Pembimbing I dan Monita Pasaribu sebagai Pembimbing II.
Sumber utama nikel adalah bijih nikel yang berasal dari alam. Untuk mengambil unsur nikel tersebut, perlu dilakukan proses leaching terhadap bijih nikel. Proses leaching terbagi menjadi beberapa jenis menurut prinsipnya, dan dalam proses leaching, banyak variabel yang dapat mempengaruhi jalannya proses leaching tersebut. Oleh karena itu, untuk mendesaian proses industri produksi produksi nikel yang efisisen dan berkelanjutan, dilakukan proses leaching terhadap variabel-variabel tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan proses leaching nikel laterit dengan menggunakan asam sukfat (H2SO4) sebagai leachant. Variabel yang divariasikan dalam proses leaching yaitu temperatur (30, 60, dan 60 C), waktu leaching (60, 120, 180, dan 240 menit), dan konsentrasi asam sulfat 2 M dengan perbandingan S/I sebesar 1:20. Proses leaching dilakukan pada labu leher tiga yang dilengkapi dengan kondensor, motor pengaduk, stirrer, dan termometer. Dilakukan kinetika pelindian dengan menggunakan model SCM untuk mengetahui pengendali laju reaksi, dalam penelitian ini juga dicari nilai energi aktivitas (Ea) yang diperlukan selama proses leaching berlangsung. Nilai Ea ini dapat menjadi acauan untuk proses leaching nikel laterit lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin temperatur leaching dan semakin lama waktu operasi leaching, maka nikel recovery nikel semakin besar, dan hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa pengendali laju reaksi leaching nikel laterit menggunakan larutan H2SO4 pada tekanan atmosfer yaitu difusi melalui lapisan abu (ash layer). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bijih nikel laterit dari Morowali, Sulawesi Tengah memiliki nilai energi aktivasi (Ea) sebesar 33,14 kj/mol. Nilai ini menunjukkan bahwa bijih nikel laterit ini relatif mudah untuk di ekstrak .
Kata Kunci: leaching, nikel, laterit, H2SO4, kinetika.
Sumber utama nikel adalah bijih nikel yang berasal dari alam. Untuk mengambil unsur nikel tersebut, perlu dilakukan proses leaching terhadap bijih nikel. Proses leaching terbagi menjadi beberapa jenis menurut prinsipnya, dan dalam proses leaching, banyak variabel yang dapat mempengaruhi jalannya proses leaching tersebut. Oleh karena itu, untuk mendesaian proses industri produksi produksi nikel yang efisisen dan berkelanjutan, dilakukan proses leaching terhadap variabel-variabel tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan proses leaching nikel laterit dengan menggunakan asam sukfat (H2SO4) sebagai leachant. Variabel yang divariasikan dalam proses leaching yaitu temperatur (30, 60, dan 60 C), waktu leaching (60, 120, 180, dan 240 menit), dan konsentrasi asam sulfat 2 M dengan perbandingan S/I sebesar 1:20. Proses leaching dilakukan pada labu leher tiga yang dilengkapi dengan kondensor, motor pengaduk, stirrer, dan termometer. Dilakukan kinetika pelindian dengan menggunakan model SCM untuk mengetahui pengendali laju reaksi, dalam penelitian ini juga dicari nilai energi aktivitas (Ea) yang diperlukan selama proses leaching berlangsung. Nilai Ea ini dapat menjadi acauan untuk proses leaching nikel laterit lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin temperatur leaching dan semakin lama waktu operasi leaching, maka nikel recovery nikel semakin besar, dan hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa pengendali laju reaksi leaching nikel laterit menggunakan larutan H2SO4 pada tekanan atmosfer yaitu difusi melalui lapisan abu (ash layer). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bijih nikel laterit dari Morowali, Sulawesi Tengah memiliki nilai energi aktivasi (Ea) sebesar 33,14 kj/mol. Nilai ini menunjukkan bahwa bijih nikel laterit ini relatif mudah untuk di ekstrak .
Kata Kunci: leaching, nikel, laterit, H2SO4, kinetika.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
T228340224 |
(R)2022 TA-TKM 818 IND k |
Baca di tempat | Ruang Referensi | Dibaca |
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000009330 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20231103021830 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0923000024 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
231103################|##########|#|## | 5 |
| 082 | # |
# |
$a (R)2022 TA-TKM 818 | 6 |
| 084 | # |
# |
$a (R)2022 TA-TKM 818 IND k | 7 |
| 100 | _ |
# |
$a INDHYCA Novitha Febryanzha | 8 |
| 245 | 1 |
# |
$a Kinetika Proses Leaching Nikel dari Bijih Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat : $b Tugas Akhir /$c Indhyca Novitha Febryanzha (19TKM411) | 9 |
| 250 | # |
# |
$a 2022 | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2022 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a xiv + 34 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 20 x 29 cm.$e Bibliografi;Lampiran | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a Tugas Akhir TKM 2022 | 13 |
| 856 | # |
# |
$a OPAC (TA TKM 2022) | 14 |
| 520 | # |
# |
$a INDHYCA NOVITHA FEBRYANZA. 2022. Kinetika Proses Leaching Nikel dari Bijih Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat. Di bawah bimbingan Flaviana Yohanala Prista Tyassena sebagai sebagai Pembimbing I dan Monita Pasaribu sebagai Pembimbing II. Sumber utama nikel adalah bijih nikel yang berasal dari alam. Untuk mengambil unsur nikel tersebut, perlu dilakukan proses leaching terhadap bijih nikel. Proses leaching terbagi menjadi beberapa jenis menurut prinsipnya, dan dalam proses leaching, banyak variabel yang dapat mempengaruhi jalannya proses leaching tersebut. Oleh karena itu, untuk mendesaian proses industri produksi produksi nikel yang efisisen dan berkelanjutan, dilakukan proses leaching terhadap variabel-variabel tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan proses leaching nikel laterit dengan menggunakan asam sukfat (H2SO4) sebagai leachant. Variabel yang divariasikan dalam proses leaching yaitu temperatur (30, 60, dan 60 C), waktu leaching (60, 120, 180, dan 240 menit), dan konsentrasi asam sulfat 2 M dengan perbandingan S/I sebesar 1:20. Proses leaching dilakukan pada labu leher tiga yang dilengkapi dengan kondensor, motor pengaduk, stirrer, dan termometer. Dilakukan kinetika pelindian dengan menggunakan model SCM untuk mengetahui pengendali laju reaksi, dalam penelitian ini juga dicari nilai energi aktivitas (Ea) yang diperlukan selama proses leaching berlangsung. Nilai Ea ini dapat menjadi acauan untuk proses leaching nikel laterit lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin temperatur leaching dan semakin lama waktu operasi leaching, maka nikel recovery nikel semakin besar, dan hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa pengendali laju reaksi leaching nikel laterit menggunakan larutan H2SO4 pada tekanan atmosfer yaitu difusi melalui lapisan abu (ash layer). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bijih nikel laterit dari Morowali, Sulawesi Tengah memiliki nilai energi aktivasi (Ea) sebesar 33,14 kj/mol. Nilai ini menunjukkan bahwa bijih nikel laterit ini relatif mudah untuk di ekstrak . Kata Kunci: leaching, nikel, laterit, H2SO4, kinetika. | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 224/TA TKM 2022 | 1 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Sep 2023