<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">224/TA TKM 2022</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000009330</controlfield>
    <controlfield tag="005">20231103021830</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0923000024</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">231103################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2022 TA-TKM 818</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2022 TA-TKM 818 IND k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">INDHYCA Novitha Febryanzha</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kinetika Proses Leaching Nikel dari Bijih Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat :</subfield>
      <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
      <subfield code="c">Indhyca Novitha Febryanzha (19TKM411)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xiv + 34 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Tabel;Gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">20 x 29 cm.</subfield>
      <subfield code="e">Bibliografi;Lampiran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Tugas Akhir TKM 2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (TA TKM 2022)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">INDHYCA NOVITHA FEBRYANZA. 2022. Kinetika Proses Leaching Nikel dari Bijih Laterit Menggunakan Larutan Asam Sulfat. Di bawah bimbingan Flaviana Yohanala Prista Tyassena sebagai sebagai Pembimbing I dan Monita Pasaribu sebagai Pembimbing II.&#13;
        Sumber utama nikel adalah bijih nikel yang berasal dari alam. Untuk mengambil unsur nikel tersebut, perlu dilakukan proses leaching terhadap bijih nikel. Proses leaching terbagi menjadi beberapa jenis menurut prinsipnya, dan dalam proses leaching, banyak variabel yang dapat mempengaruhi jalannya proses leaching tersebut. Oleh karena itu, untuk mendesaian proses industri produksi produksi nikel yang efisisen dan berkelanjutan, dilakukan proses leaching terhadap variabel-variabel tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan proses leaching nikel laterit dengan menggunakan asam sukfat (H2SO4) sebagai leachant. Variabel yang divariasikan dalam proses leaching yaitu temperatur (30, 60, dan 60 C), waktu leaching (60, 120, 180, dan 240 menit), dan konsentrasi asam sulfat 2 M dengan perbandingan S/I sebesar 1:20. Proses leaching dilakukan pada labu leher tiga yang dilengkapi dengan kondensor, motor pengaduk, stirrer, dan termometer. Dilakukan kinetika pelindian dengan menggunakan model SCM untuk mengetahui pengendali laju reaksi, dalam penelitian ini juga dicari nilai energi aktivitas (Ea) yang diperlukan selama proses leaching berlangsung. Nilai Ea ini dapat menjadi acauan untuk proses leaching nikel laterit lainnya.&#13;
        Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin temperatur leaching dan semakin lama waktu operasi leaching, maka nikel recovery nikel semakin besar, dan hasil analisis kinetika menunjukkan bahwa pengendali laju reaksi leaching nikel laterit menggunakan larutan H2SO4 pada tekanan atmosfer yaitu difusi melalui lapisan abu (ash layer). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bijih nikel laterit dari Morowali, Sulawesi Tengah memiliki nilai energi aktivasi (Ea) sebesar 33,14 kj/mol. Nilai ini menunjukkan bahwa bijih nikel laterit ini relatif mudah untuk di ekstrak .&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: leaching, nikel, laterit, H2SO4, kinetika.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
