Detail Katalog

ID: 917
Cover Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Tebu Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Pabrik Gula Camming Kabupaten Bone :  Tugas Akhir / Magfiratul Amin

Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Tebu Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Pabrik Gula Camming Kabupaten Bone : Tugas Akhir / Magfiratul Amin

Edisi: 2021

Pengarang:
AMIN, Magfiratul
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir TIA 2021
Deskripsi Fisik:
xi, 60 halaman : Tabel, gambar, grafik ; 20,5x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-TIA 818 AMI a
Control Number:
INLIS000000000000902
BIB ID:
0010-1221000125
Catatan
Pabrik Gula Camming terletak di Wanuawaru, Libureng, Kabupaten Bone. Pabrik Gula Camming merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Pabrik Gula Camming sering mengalami kerusakan mesin pada saat proses produksi yang mengakibatkan jam berhenti (downtime) terlalu lama sehingga kinerja mesin menjadi kurang efektif, kerusakan mesin disebabkan oleh kurangnnya pemeliharaan mesin yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini menilai efektivitas mesin penggiling tebu menggunakan metode Overall Equipment effectiveness (OEE) yang dapat menjaga mesin dengan ideal dengan melakukan perbaikan pada beberapa kerugian yang terjadi pada mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efektivitas mesin penggiling tebu menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu 71%. Nilai OEE yang diperoleh belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) yaitu 85%. Nilai OEE rendah dikarenakan nilai pada performance rate sebesar 79% tidak sesuai dengan standar JIPM yaitu 95%. Hasil analisis Six Big Losses yang terjadi pada mesin penggiling tebu menunjukkan bahwa idling and minor stoppages sebesar 18,95 % dan Reduced Speed Loss sebesar 18,67 % memiliki persentase yang tertinggi dari keenam losses lainnya. Hal ini yang mempengaruhi nilai performance rate rendah sehingga dilakukan perbaikan. Memberikan usulan perbaikan dengan menganalisa sebab akibat terjadinya kerusakan terhadap mesin dengan memakai Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218310155 (R)2021 TA-TIA 818 AMI a Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000902 1
005 _ _ 20220328031858 2
035 # # $a 0010-1221000125 3
245 1 # $a Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Tebu Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Pabrik Gula Camming Kabupaten Bone : $b Tugas Akhir /$c Magfiratul Amin 4
100 1 # $a AMIN, Magfiratul 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xi, 60 halaman : $b Tabel, gambar, grafik ; $c 20,5x29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TIA 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 AMI a 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TIA 2021 12
008 _ _ 220328################|##########|#|## 13
520 # # $a Pabrik Gula Camming terletak di Wanuawaru, Libureng, Kabupaten Bone. Pabrik Gula Camming merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Pabrik Gula Camming sering mengalami kerusakan mesin pada saat proses produksi yang mengakibatkan jam berhenti (downtime) terlalu lama sehingga kinerja mesin menjadi kurang efektif, kerusakan mesin disebabkan oleh kurangnnya pemeliharaan mesin yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini menilai efektivitas mesin penggiling tebu menggunakan metode Overall Equipment effectiveness (OEE) yang dapat menjaga mesin dengan ideal dengan melakukan perbaikan pada beberapa kerugian yang terjadi pada mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efektivitas mesin penggiling tebu menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu 71%. Nilai OEE yang diperoleh belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) yaitu 85%. Nilai OEE rendah dikarenakan nilai pada performance rate sebesar 79% tidak sesuai dengan standar JIPM yaitu 95%. Hasil analisis Six Big Losses yang terjadi pada mesin penggiling tebu menunjukkan bahwa idling and minor stoppages sebesar 18,95 % dan Reduced Speed Loss sebesar 18,67 % memiliki persentase yang tertinggi dari keenam losses lainnya. Hal ini yang mempengaruhi nilai performance rate rendah sehingga dilakukan perbaikan. Memberikan usulan perbaikan dengan menganalisa sebab akibat terjadinya kerusakan terhadap mesin dengan memakai Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). 14
990 # # $a 155/TA TIA 2021 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 10 Dec 2021
Export