=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000000902 =990 ##$$a 155/TA TIA 2021 =005 20220328031858 =035 ##$$a 0010-1221000125 =245 1#$$a Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Tebu Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Pabrik Gula Camming Kabupaten Bone : $b Tugas Akhir /$c Magfiratul Amin =100 1#$$a AMIN, Magfiratul =250 ##$$a 2021 =300 ##$$a xi, 60 halaman : $b Tabel, gambar, grafik ; $c 20,5x29 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TIA 2021) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2021 =082 ##$$a (R)2021 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2021 TA-TIA 818 AMI a =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2021 =008 220328################|##########|#|## =520 ##$$a Pabrik Gula Camming terletak di Wanuawaru, Libureng, Kabupaten Bone. Pabrik Gula Camming merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Pabrik Gula Camming sering mengalami kerusakan mesin pada saat proses produksi yang mengakibatkan jam berhenti (downtime) terlalu lama sehingga kinerja mesin menjadi kurang efektif, kerusakan mesin disebabkan oleh kurangnnya pemeliharaan mesin yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini menilai efektivitas mesin penggiling tebu menggunakan metode Overall Equipment effectiveness (OEE) yang dapat menjaga mesin dengan ideal dengan melakukan perbaikan pada beberapa kerugian yang terjadi pada mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efektivitas mesin penggiling tebu menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu 71%. Nilai OEE yang diperoleh belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) yaitu 85%. Nilai OEE rendah dikarenakan nilai pada performance rate sebesar 79% tidak sesuai dengan standar JIPM yaitu 95%. Hasil analisis Six Big Losses yang terjadi pada mesin penggiling tebu menunjukkan bahwa idling and minor stoppages sebesar 18,95 % dan Reduced Speed Loss sebesar 18,67 % memiliki persentase yang tertinggi dari keenam losses lainnya. Hal ini yang mempengaruhi nilai performance rate rendah sehingga dilakukan perbaikan. Memberikan usulan perbaikan dengan menganalisa sebab akibat terjadinya kerusakan terhadap mesin dengan memakai Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).