Detail Katalog

ID: 654
Cover Pendeteksi Dini Kerusakan Turbin Uap Menggunakan Sensor Getar dan Sensor Suhu Berbasis Mikrokontroler :  Tugas Akhir / Andi Ading

Pendeteksi Dini Kerusakan Turbin Uap Menggunakan Sensor Getar dan Sensor Suhu Berbasis Mikrokontroler : Tugas Akhir / Andi Ading

Edisi: 2021

Pengarang:
ADING, Andi
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Otomasi Sistem Permesinan,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir OSP 2021
Deskripsi Fisik:
xii, 52 halaman : Tabel, gambar ; 20x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-OSP 818 ADI p
Control Number:
INLIS000000000000646
BIB ID:
0010-1121000199
Catatan
Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan dunia industri semakin pesat dan diperlukan energi listrik yang besar untuk menggerakkan seluruh mesin produksi di dalam suatu industri. Pada umumnya di industri menggunakan turbin uap sebagai penggerak mula untuk mengubah energi potensial uap dari ketel uap menjadi energi kinetik, kemudian energi kinetik tersebut diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Turbin uap inilah yang digunakan sebagai penggerak generator sebagai pembangkit listrik, guna untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik. Pada umumnya penyebab turbin uap mengalami trip yaitu kenaikan vibrasi dan temperatur pada turbin uap, kasus kenaikan temperatur dan vibrasi pada turbin uap di sebabkan oleh pembengkokan poros turbin, jarak antara permukaan bearing ke poros turbin terlalu rengggang serta adanya kotoran atau benda asing yang masuk ke dalam turbin. Jika kenaikan temperatur dan vibrasi telah melebihi batas standart yang telah ditentukan, maka akan menyebabkan unit menjadi trip sehingga menghambat proses produksi pada suatu industri. Tujuan penelititian ini adalah untuk merancang alat pendeteksi dini kerusakan turbin uap menggunakan sensor getar dan sensor suhu berbasis mikrokontroler. penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap simulasi alat serta tahap pengujian. Hasil dari penelitian ini menampilkan kinerja sensor getar dan sensor suhu untuk membaca getaran dan suhu pada turbin uap. Ketika kecepatan getaran terdeteksi lebih besar atau sama dengan 11,2 mm/s baik pada sensor getar 1 atau sensor getar 2 maka buzzer dan lampu indikator akan aktif dan Ketika suhu pada turbin uap terdeteksi lebih besar atau sama dengan 82°C baik pada sensor suhu 1 atau sensor suhu 2 maka buzzer dan lampu indikator akan aktif. Data yang dihasilkan oleh sensor getar cukup akurat karena error hanya sebesar 7,47% untuk sensor getar 1 dan 4,14% untuk sensor getar 2 sedangkan untuk sensor suhu persentase error sebesar 1,84% untuk sensor suhu 1 dan 5,76% untuk sensor suhu 2. Untuk pendeteksi getaran menggunakan sensor piezoelektrik dan untuk mendeteksi suhu menggunakan thermocouple max 6675 type k.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218330031 (R)2021 TA-OSP 818 ADI p Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000646 1
005 _ _ 20220607045234 2
035 # # $a 0010-1121000199 3
245 1 # $a Pendeteksi Dini Kerusakan Turbin Uap Menggunakan Sensor Getar dan Sensor Suhu Berbasis Mikrokontroler : $b Tugas Akhir /$c Andi Ading 4
100 1 # $a ADING, Andi 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xii, 52 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA OSP 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Otomasi Sistem Permesinan,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-OSP 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-OSP 818 ADI p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir OSP 2021 12
008 _ _ 220607################|##########|#|## 13
520 # # $a Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan dunia industri semakin pesat dan diperlukan energi listrik yang besar untuk menggerakkan seluruh mesin produksi di dalam suatu industri. Pada umumnya di industri menggunakan turbin uap sebagai penggerak mula untuk mengubah energi potensial uap dari ketel uap menjadi energi kinetik, kemudian energi kinetik tersebut diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Turbin uap inilah yang digunakan sebagai penggerak generator sebagai pembangkit listrik, guna untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik. Pada umumnya penyebab turbin uap mengalami trip yaitu kenaikan vibrasi dan temperatur pada turbin uap, kasus kenaikan temperatur dan vibrasi pada turbin uap di sebabkan oleh pembengkokan poros turbin, jarak antara permukaan bearing ke poros turbin terlalu rengggang serta adanya kotoran atau benda asing yang masuk ke dalam turbin. Jika kenaikan temperatur dan vibrasi telah melebihi batas standart yang telah ditentukan, maka akan menyebabkan unit menjadi trip sehingga menghambat proses produksi pada suatu industri. Tujuan penelititian ini adalah untuk merancang alat pendeteksi dini kerusakan turbin uap menggunakan sensor getar dan sensor suhu berbasis mikrokontroler. penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap simulasi alat serta tahap pengujian. Hasil dari penelitian ini menampilkan kinerja sensor getar dan sensor suhu untuk membaca getaran dan suhu pada turbin uap. Ketika kecepatan getaran terdeteksi lebih besar atau sama dengan 11,2 mm/s baik pada sensor getar 1 atau sensor getar 2 maka buzzer dan lampu indikator akan aktif dan Ketika suhu pada turbin uap terdeteksi lebih besar atau sama dengan 82°C baik pada sensor suhu 1 atau sensor suhu 2 maka buzzer dan lampu indikator akan aktif. Data yang dihasilkan oleh sensor getar cukup akurat karena error hanya sebesar 7,47% untuk sensor getar 1 dan 4,14% untuk sensor getar 2 sedangkan untuk sensor suhu persentase error sebesar 1,84% untuk sensor suhu 1 dan 5,76% untuk sensor suhu 2. Untuk pendeteksi getaran menggunakan sensor piezoelektrik dan untuk mendeteksi suhu menggunakan thermocouple max 6675 type k. 14
990 # # $a 31/TA OSP 2021 17
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 25 Nov 2021
Export