Detail Katalog

ID: 564
Cover Penentuan Interval Perawatan Mesin Prebeaker dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada PT London Sumatera Indonesia di Kabupaten Bulukumba :  Tugas Akhir / Dodi Efendi

Penentuan Interval Perawatan Mesin Prebeaker dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada PT London Sumatera Indonesia di Kabupaten Bulukumba : Tugas Akhir / Dodi Efendi

Edisi: 2021

Pengarang:
EFENDI, Dodi
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir TIA 2021
Deskripsi Fisik:
xi, 51 halaman : Tabel, gambar ; 20x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-TIA 818 EFE p
Control Number:
INLIS000000000000560
BIB ID:
0010-1121000113
Catatan
PT London Sumatera Indonesia merupakan indsutri yang bergerak dalam bidang indsutri crumb rubber berupa SIR 10 dan rubber smoke sheet (RSS). Sebagai pemasok crumb rubber terbesar dan terkenal di Indonesia perusahaan ini selalu melakukan proses produksi secara terus menerus. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan adalah sering terjadinya kerusakan pada mesin produksi sehingga membuat nilai downtime mesin menjadi tinggi dan proses produksi jadi terhambat. Mesin yang memiliki nilai downtime paling tinggi dalam 6 bulan terkahir adalah mesin prebeaker dengan total downtime 1.875 menit atau 31,25 jam. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem perawatan preventive dengan menentukan interval waktu perawatan mesin yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menekan tingginya nilai downtime pada mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Metode RCM tersebut akan diintregasikan dengan metode FMEA yang digunakan sebagai analisis mode kegagalan yang terjadi dengan menghitung nilai RPN tertinggi pada mesin dan selanjutnya menghitung interval waktu kerusakan sebagai dasar penentuan penjadwalan perawatan yang akan dilakukan. Hasil penelitian menunjukan interval waktu perawatan yang optimal yaitu setiap mesin prebeaker beroperasi selama 51 jam atau 4 hari, yang berarti bahwa perawatan mesin dilakukan mesin beroperasi selama 51 jam atau sekali dalam 4 hari operasi.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218310091 (R)2021 TA-TIA 818 EFE p Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000560 1
005 _ _ 20220411103337 2
035 # # $a 0010-1121000113 3
245 1 # $a Penentuan Interval Perawatan Mesin Prebeaker dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada PT London Sumatera Indonesia di Kabupaten Bulukumba : $b Tugas Akhir /$c Dodi Efendi 4
100 1 # $a EFENDI, Dodi 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xi, 51 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TIA 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 EFE p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TIA 2021 12
008 _ _ 220411################|##########|#|## 13
520 # # $a PT London Sumatera Indonesia merupakan indsutri yang bergerak dalam bidang indsutri crumb rubber berupa SIR 10 dan rubber smoke sheet (RSS). Sebagai pemasok crumb rubber terbesar dan terkenal di Indonesia perusahaan ini selalu melakukan proses produksi secara terus menerus. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan adalah sering terjadinya kerusakan pada mesin produksi sehingga membuat nilai downtime mesin menjadi tinggi dan proses produksi jadi terhambat. Mesin yang memiliki nilai downtime paling tinggi dalam 6 bulan terkahir adalah mesin prebeaker dengan total downtime 1.875 menit atau 31,25 jam. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem perawatan preventive dengan menentukan interval waktu perawatan mesin yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menekan tingginya nilai downtime pada mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Metode RCM tersebut akan diintregasikan dengan metode FMEA yang digunakan sebagai analisis mode kegagalan yang terjadi dengan menghitung nilai RPN tertinggi pada mesin dan selanjutnya menghitung interval waktu kerusakan sebagai dasar penentuan penjadwalan perawatan yang akan dilakukan. Hasil penelitian menunjukan interval waktu perawatan yang optimal yaitu setiap mesin prebeaker beroperasi selama 51 jam atau 4 hari, yang berarti bahwa perawatan mesin dilakukan mesin beroperasi selama 51 jam atau sekali dalam 4 hari operasi. 14
990 # # $a 91/TA TIA 2021 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 23 Nov 2021
Export