Detail Katalog

ID: 5261
Cover Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Proses Desulfurisasi di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur :  Tugas Akhir / A. Ryan Kurniawan (17TKM212)

Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Proses Desulfurisasi di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur : Tugas Akhir / A. Ryan Kurniawan (17TKM212)

Edisi: 2020

Pengarang:
KURNIAWAN, A. Ryan
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2020
Subjek
Tugas Akhir TKM 2020
Deskripsi Fisik:
xiii, 43 halaman : Tabel, gambar ; 20x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2020 TA-TKM 818 KUR p
Control Number:
INLIS000000000005025
BIB ID:
0010-0322000422
Catatan
A. RYAN KURNIAWAN. 2020. Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Proses Desulfurisasi Di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur. Di bawah bimbingan RACHMA sebagai pembimbing I dan MONITA PASARIBU sebagai pembimbing II. Batubara merupakan salah satu sumber energi yang menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan energi dan listrik di berbagai negara termasuk Indonesia. Batubara yang diperoleh dari hasil penambangan mengandung elemen-elemen impurities (pengotor), hal tersebut bisa terjadi pada saat pembentukan batubara (coalification) atau pada saat proses penambangan. Kandungan sulfur batubara dapat menjadi sulfur dioksida (SO2) apabila teroksidasi dalam proses pembakaran yang akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengurangan kadar sulfur dalam batubara dapat ditempuh dengan proses desulfurisasi. Pada proses desulfurisasi digunakan bahan alternatif yakni belimbing wuluh dan jeruk nipis. Sebagaimana diketahui belimbing wuluh dan jeruk nipis mengandung senyawa asam yang dapat mereduksi kandungan sulfur dalam batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kandungan sulfur batubara menggunakan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) dan ekstrak jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) dengan proses desulfurisasi menggunakan metode pelindian dengan variasi waktu kontak dan ukuran partikel batubara. Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu menggunakan proses desulfurisasi dengan metode pelindian atau penambahan reagen pada batubara. Dilakukan penelitian di PT. Geoservices Site Sangatta sejak tanggal 28 April-06 Mei 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar sulfur batubara sebelum dilakukan pelindian sebesar 0,46% dan kalori sebesar 6.319 kal/g. Hasil analisis setelah dilakukan pelindian menunjukkan penurunan kadar sulfur dan peningkatan nilai kalori di mana pelindian menggunakan ekstrak belimbing wuluh dengan variasi waktu pelindian selama 3 jam dan ukuran partikel 0,25 mm mengalami penurunan kadar sulfur sebesar 0,39% dan peningkatan nilai kalori sebesar 6.967 kal/g. Pada pelindian menggunakan ekstrak jeruk nipis dengan variasi waktu selama 3 jam dan ukuran partikel 0,25 mm mengalami penurunan kadar sulfur sebesar 0,39% dan peningkatan nilai kalori sebesar 6.840 kal/g.
Kata kunci: batubara, sulfur, desulfurisasi, reagent, sulphur analyzer, calorimeter.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T208340117 (R)2020 TA-TKM 818 KUR p Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000005025 1
005 _ _ 20231028105302 2
035 # # $a 0010-0322000422 3
245 1 # $a Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Proses Desulfurisasi di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur : $b Tugas Akhir /$c A. Ryan Kurniawan (17TKM212) 4
100 1 # $a KURNIAWAN, A. Ryan 5
250 # # $a 2020 6
300 # # $a xiii, 43 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TKM 2020) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2020 9
082 # # $a (R)2020 TA-TKM 818 10
084 # # $a (R)2020 TA-TKM 818 KUR p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TKM 2020 12
008 _ _ 231028################|##########|#|## 13
520 # # $a A. RYAN KURNIAWAN. 2020. Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Proses Desulfurisasi Di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur. Di bawah bimbingan RACHMA sebagai pembimbing I dan MONITA PASARIBU sebagai pembimbing II. Batubara merupakan salah satu sumber energi yang menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan energi dan listrik di berbagai negara termasuk Indonesia. Batubara yang diperoleh dari hasil penambangan mengandung elemen-elemen impurities (pengotor), hal tersebut bisa terjadi pada saat pembentukan batubara (coalification) atau pada saat proses penambangan. Kandungan sulfur batubara dapat menjadi sulfur dioksida (SO2) apabila teroksidasi dalam proses pembakaran yang akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengurangan kadar sulfur dalam batubara dapat ditempuh dengan proses desulfurisasi. Pada proses desulfurisasi digunakan bahan alternatif yakni belimbing wuluh dan jeruk nipis. Sebagaimana diketahui belimbing wuluh dan jeruk nipis mengandung senyawa asam yang dapat mereduksi kandungan sulfur dalam batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kandungan sulfur batubara menggunakan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) dan ekstrak jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) dengan proses desulfurisasi menggunakan metode pelindian dengan variasi waktu kontak dan ukuran partikel batubara. Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu menggunakan proses desulfurisasi dengan metode pelindian atau penambahan reagen pada batubara. Dilakukan penelitian di PT. Geoservices Site Sangatta sejak tanggal 28 April-06 Mei 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar sulfur batubara sebelum dilakukan pelindian sebesar 0,46% dan kalori sebesar 6.319 kal/g. Hasil analisis setelah dilakukan pelindian menunjukkan penurunan kadar sulfur dan peningkatan nilai kalori di mana pelindian menggunakan ekstrak belimbing wuluh dengan variasi waktu pelindian selama 3 jam dan ukuran partikel 0,25 mm mengalami penurunan kadar sulfur sebesar 0,39% dan peningkatan nilai kalori sebesar 6.967 kal/g. Pada pelindian menggunakan ekstrak jeruk nipis dengan variasi waktu selama 3 jam dan ukuran partikel 0,25 mm mengalami penurunan kadar sulfur sebesar 0,39% dan peningkatan nilai kalori sebesar 6.840 kal/g. Kata kunci: batubara, sulfur, desulfurisasi, reagent, sulphur analyzer, calorimeter. 14
990 # # $a 117/TA TKM 2020 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 15 Mar 2022
Export