=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000005025 =005 20231028105302 =035 ##$$a 0010-0322000422 =245 1#$$a Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Proses Desulfurisasi di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur : $b Tugas Akhir /$c A. Ryan Kurniawan (17TKM212) =100 1#$$a KURNIAWAN, A. Ryan =250 ##$$a 2020 =300 ##$$a xiii, 43 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TKM 2020) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2020 =082 ##$$a (R)2020 TA-TKM 818 =084 ##$$a (R)2020 TA-TKM 818 KUR p =650 #4$$a Tugas Akhir TKM 2020 =008 231028################|##########|#|## =520 ##$$a A. RYAN KURNIAWAN. 2020. Peningkatan Kualitas Batubara Menggunakan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Proses Desulfurisasi Di PT. Geoservices Site Sangatta Kalimantan Timur. Di bawah bimbingan RACHMA sebagai pembimbing I dan MONITA PASARIBU sebagai pembimbing II. Batubara merupakan salah satu sumber energi yang menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan energi dan listrik di berbagai negara termasuk Indonesia. Batubara yang diperoleh dari hasil penambangan mengandung elemen-elemen impurities (pengotor), hal tersebut bisa terjadi pada saat pembentukan batubara (coalification) atau pada saat proses penambangan. Kandungan sulfur batubara dapat menjadi sulfur dioksida (SO2) apabila teroksidasi dalam proses pembakaran yang akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengurangan kadar sulfur dalam batubara dapat ditempuh dengan proses desulfurisasi. Pada proses desulfurisasi digunakan bahan alternatif yakni belimbing wuluh dan jeruk nipis. Sebagaimana diketahui belimbing wuluh dan jeruk nipis mengandung senyawa asam yang dapat mereduksi kandungan sulfur dalam batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kandungan sulfur batubara menggunakan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) dan ekstrak jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) dengan proses desulfurisasi menggunakan metode pelindian dengan variasi waktu kontak dan ukuran partikel batubara. Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu menggunakan proses desulfurisasi dengan metode pelindian atau penambahan reagen pada batubara. Dilakukan penelitian di PT. Geoservices Site Sangatta sejak tanggal 28 April-06 Mei 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar sulfur batubara sebelum dilakukan pelindian sebesar 0,46% dan kalori sebesar 6.319 kal/g. Hasil analisis setelah dilakukan pelindian menunjukkan penurunan kadar sulfur dan peningkatan nilai kalori di mana pelindian menggunakan ekstrak belimbing wuluh dengan variasi waktu pelindian selama 3 jam dan ukuran partikel 0,25 mm mengalami penurunan kadar sulfur sebesar 0,39% dan peningkatan nilai kalori sebesar 6.967 kal/g. Pada pelindian menggunakan ekstrak jeruk nipis dengan variasi waktu selama 3 jam dan ukuran partikel 0,25 mm mengalami penurunan kadar sulfur sebesar 0,39% dan peningkatan nilai kalori sebesar 6.840 kal/g. Kata kunci: batubara, sulfur, desulfurisasi, reagent, sulphur analyzer, calorimeter. =990 ##$$a 117/TA TKM 2020