Detail Katalog

ID: 142
Cover Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol dari Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) :  Tugas Akhir / Ceci Kasmita (17TKM184)

Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol dari Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) : Tugas Akhir / Ceci Kasmita (17TKM184)

Edisi: 2020

Pengarang:
CECI Kasmita
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar-Teknik Kimia Mineral,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2020
Subjek
Tugas Akhir TKM 2020
Deskripsi Fisik:
xiv, 29 halaman : tabel; gambar ; 20 x 29 cm
Nomor Panggil:
(R)2020 TA-TKM 818 CEC p
Control Number:
INLIS000000000000140
BIB ID:
0010-0321000030
Catatan
Kulit buah kakao (Theobroma Cacao L.) merupakan limbah padat perkebunan yang melimpah dan ketersediaannya dapat diperoleh secara kontinu namun masih kurang dimanfaatkan. Kulit buah kakao hanya digunakan sebagai makanan ternak. Kandungan selulosa dan glukosa pada kulit kakao dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioethanol. Bioetanol merupakan salah satu jenis energi terbarukan yang sedang dikembangkan di dunia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi energi. Bioetanol yang diperoleh dari hasil penelitian ini menggunakan hidrolisat dalam bentuk cair limbah kulit buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan dari kulit buah kakao. Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis sampel kulit buah kakao yang telah dilakukan tahap hidrolisis asam menggunakan asam sulfat 6 % dan fermentasi menggunakan fermipan sebagai mikroorganismenya untuk mengkonversi menjadi etanol, waktu fermentasi yang digunakan yaitu 7, 8, 9, dan 10 hari. Filtrat hasil fermentasi kemudian distilasi menggunakan alat rotary evaporator kemudian dianalisis menggunakan alat instrumen gas chromatography (GC). Penelitian ini dilakukan di laboratorium penelitian dan pengembangan (Litbang) dan laboratorium kimia Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) sejak 21 juli 2020 sampai dengan 31 agustus 2020. Berdasarkan hasil analisis alat gas chromatography (GC) pada variasi waktu fermentasi kadar bioetanol terbesar terdapat pada waktu fermentasi selama 9 hari yaitu 3,0465 %, pada waktu fermentasi selama 7, 8, dan 10 hari berturut-turut yaitu 1,1445 %, 1,7985%, dan 2,9875 %. Data yang diperoleh menunjukan bahwa lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar etanol yang dihasilkan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T208340011 (R)2020 TA-TKM 818 CEC p Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000140 1
005 _ _ 20231025034824 2
035 # # $a 0010-0321000030 3
245 1 # $a Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol dari Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) : $b Tugas Akhir /$c Ceci Kasmita (17TKM184) 4
100 1 # $a CECI Kasmita 5
250 # # $a 2020 6
300 # # $a xiv, 29 halaman : $b tabel; gambar ; $c 20 x 29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TKM 2020) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar-Teknik Kimia Mineral,$c 2020 9
082 # # $a (R)2020 TA-TKM 818 10
084 # # $a (R)2020 TA-TKM 818 CEC p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TKM 2020 12
008 _ _ 231025################|##########|#|## 13
520 # # $a Kulit buah kakao (Theobroma Cacao L.) merupakan limbah padat perkebunan yang melimpah dan ketersediaannya dapat diperoleh secara kontinu namun masih kurang dimanfaatkan. Kulit buah kakao hanya digunakan sebagai makanan ternak. Kandungan selulosa dan glukosa pada kulit kakao dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioethanol. Bioetanol merupakan salah satu jenis energi terbarukan yang sedang dikembangkan di dunia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi energi. Bioetanol yang diperoleh dari hasil penelitian ini menggunakan hidrolisat dalam bentuk cair limbah kulit buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan dari kulit buah kakao. Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis sampel kulit buah kakao yang telah dilakukan tahap hidrolisis asam menggunakan asam sulfat 6 % dan fermentasi menggunakan fermipan sebagai mikroorganismenya untuk mengkonversi menjadi etanol, waktu fermentasi yang digunakan yaitu 7, 8, 9, dan 10 hari. Filtrat hasil fermentasi kemudian distilasi menggunakan alat rotary evaporator kemudian dianalisis menggunakan alat instrumen gas chromatography (GC). Penelitian ini dilakukan di laboratorium penelitian dan pengembangan (Litbang) dan laboratorium kimia Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) sejak 21 juli 2020 sampai dengan 31 agustus 2020. Berdasarkan hasil analisis alat gas chromatography (GC) pada variasi waktu fermentasi kadar bioetanol terbesar terdapat pada waktu fermentasi selama 9 hari yaitu 3,0465 %, pada waktu fermentasi selama 7, 8, dan 10 hari berturut-turut yaitu 1,1445 %, 1,7985%, dan 2,9875 %. Data yang diperoleh menunjukan bahwa lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar etanol yang dihasilkan. 14
990 # # $a 11/TA TKM 2020 17
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 08 Mar 2021
Export