Detail Katalog

ID: 1120
Cover Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biji Plastik Dengan Metode Least Unit Cost Pada PT. Aftech Makassar Indonesia :  Tugas Akhir / Fitri Angreyni

Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biji Plastik Dengan Metode Least Unit Cost Pada PT. Aftech Makassar Indonesia : Tugas Akhir / Fitri Angreyni

Edisi: 2020

Pengarang:
Fitri Angreyni
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2020
Subjek
Tugas Akhir TIA 2020
Deskripsi Fisik:
xi, 38 halaman : Tabel; gambar ; 20,4x29,1 cm
Nomor Panggil:
(R)2020 TA-TIA 818 FIT p
Control Number:
INLIS000000000001091
BIB ID:
0010-1221000314
Catatan
PT. Aftech Makassar Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang mengolah biji plastik menjadi cup dan sedotan/pipet. Masalah yang sering terjadi yaitu keterlambatan bahan baku, hal di sebabkan karena tidak adanya jadwal yang tetap dari perusahaan kapan harus melakukan pemesanan ulang kembali sehingga proses produksi tidak dapat berjalan atau terhenti. Tujuan dari penelitian ini terfokus pada kapan perusahaan dapat melakukan pemesanan kembali dengan menentukan waktu tunggu (lead time) kedatangan dengan melakukan perhitungan re-order point dan juga mengetahui total biaya yang akan di keluarkan perusahaan. Untuk dapat mengetahui kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali maka di lakukan perhitungan re-order point dengan menentukan waktu tunggu kedatangan bahan baku.selanjutnya untuk dapat mngetahui total biaya yang di keluarkan perusahaan untuk pengadaan bahan baku yaitu mrnggunakan metode Least Unit Cost (LUC) kemudian dari hasil asil perhitungan re-order point di dapatkan jumlah kebutuhan perhari sebanyak 88 sak dan kebutuhan selama lead time sebanyak 440 sak dengan waktu tunggu kedatangan 5 hari, dengan demikian dapat di tetapkan 5 hari sebelum bahan baku habis perusahan harus kembali melakukan pemesanan pada saat persediaan berada pada tingkat 440 sak. Hasil perhitungan menggunakan metode Least Unit Cost total biaya persediaan yang di keluarkan sebesar Rp 5.218.800 dengan frekuensi pemesanan dalam setahun yaitu sebanyak 6 kali..
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T208310228 (R)2020 TA-TIA 818 FIT p Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000001091 1
005 _ _ 20220513123435 2
035 # # $a 0010-1221000314 3
245 1 # $a Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biji Plastik Dengan Metode Least Unit Cost Pada PT. Aftech Makassar Indonesia : $b Tugas Akhir /$c Fitri Angreyni 4
100 _ # $a Fitri Angreyni 5
250 # # $a 2020 6
300 # # $a xi, 38 halaman : $b Tabel; gambar ; $c 20,4x29,1 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TIA 2020) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2020 9
082 # # $a (R)2020 TA-TIA 818 10
084 # # $a (R)2020 TA-TIA 818 FIT p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TIA 2020 12
008 _ _ 220513################|##########|#|## 13
520 # # $a PT. Aftech Makassar Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang mengolah biji plastik menjadi cup dan sedotan/pipet. Masalah yang sering terjadi yaitu keterlambatan bahan baku, hal di sebabkan karena tidak adanya jadwal yang tetap dari perusahaan kapan harus melakukan pemesanan ulang kembali sehingga proses produksi tidak dapat berjalan atau terhenti. Tujuan dari penelitian ini terfokus pada kapan perusahaan dapat melakukan pemesanan kembali dengan menentukan waktu tunggu (lead time) kedatangan dengan melakukan perhitungan re-order point dan juga mengetahui total biaya yang akan di keluarkan perusahaan. Untuk dapat mengetahui kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali maka di lakukan perhitungan re-order point dengan menentukan waktu tunggu kedatangan bahan baku.selanjutnya untuk dapat mngetahui total biaya yang di keluarkan perusahaan untuk pengadaan bahan baku yaitu mrnggunakan metode Least Unit Cost (LUC) kemudian dari hasil asil perhitungan re-order point di dapatkan jumlah kebutuhan perhari sebanyak 88 sak dan kebutuhan selama lead time sebanyak 440 sak dengan waktu tunggu kedatangan 5 hari, dengan demikian dapat di tetapkan 5 hari sebelum bahan baku habis perusahan harus kembali melakukan pemesanan pada saat persediaan berada pada tingkat 440 sak. Hasil perhitungan menggunakan metode Least Unit Cost total biaya persediaan yang di keluarkan sebesar Rp 5.218.800 dengan frekuensi pemesanan dalam setahun yaitu sebanyak 6 kali.. 14
990 # # $a 228/TA TIA 2020 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name