=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000001091 =990 ##$$a 228/TA TIA 2020 =005 20220513123435 =035 ##$$a 0010-1221000314 =245 1#$$a Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biji Plastik Dengan Metode Least Unit Cost Pada PT. Aftech Makassar Indonesia : $b Tugas Akhir /$c Fitri Angreyni =100 #$$a Fitri Angreyni =250 ##$$a 2020 =300 ##$$a xi, 38 halaman : $b Tabel; gambar ; $c 20,4x29,1 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TIA 2020) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2020 =082 ##$$a (R)2020 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2020 TA-TIA 818 FIT p =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2020 =008 220513################|##########|#|## =520 ##$$a PT. Aftech Makassar Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang mengolah biji plastik menjadi cup dan sedotan/pipet. Masalah yang sering terjadi yaitu keterlambatan bahan baku, hal di sebabkan karena tidak adanya jadwal yang tetap dari perusahaan kapan harus melakukan pemesanan ulang kembali sehingga proses produksi tidak dapat berjalan atau terhenti. Tujuan dari penelitian ini terfokus pada kapan perusahaan dapat melakukan pemesanan kembali dengan menentukan waktu tunggu (lead time) kedatangan dengan melakukan perhitungan re-order point dan juga mengetahui total biaya yang akan di keluarkan perusahaan. Untuk dapat mengetahui kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali maka di lakukan perhitungan re-order point dengan menentukan waktu tunggu kedatangan bahan baku.selanjutnya untuk dapat mngetahui total biaya yang di keluarkan perusahaan untuk pengadaan bahan baku yaitu mrnggunakan metode Least Unit Cost (LUC) kemudian dari hasil asil perhitungan re-order point di dapatkan jumlah kebutuhan perhari sebanyak 88 sak dan kebutuhan selama lead time sebanyak 440 sak dengan waktu tunggu kedatangan 5 hari, dengan demikian dapat di tetapkan 5 hari sebelum bahan baku habis perusahan harus kembali melakukan pemesanan pada saat persediaan berada pada tingkat 440 sak. Hasil perhitungan menggunakan metode Least Unit Cost total biaya persediaan yang di keluarkan sebesar Rp 5.218.800 dengan frekuensi pemesanan dalam setahun yaitu sebanyak 6 kali..