Detail Katalog

ID: 1018
Cover Penerapan Metode FMEA dan FTA dalam Mengidentifikasi Penyebab Kerusakan Mesin Vertical Shaft pada PT. Prima Karya Menunggal Pangkep :  Tugas Akhir / Resky Ariyanty

Penerapan Metode FMEA dan FTA dalam Mengidentifikasi Penyebab Kerusakan Mesin Vertical Shaft pada PT. Prima Karya Menunggal Pangkep : Tugas Akhir / Resky Ariyanty

Edisi: 2021

Pengarang:
RESKY, Ariyanty
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir TIA 2021
Deskripsi Fisik:
xi, 32 halaman : Tabel, gambar ; 20,5x28 cmf
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-TIA 818 RES p
Control Number:
INLIS000000000000998
BIB ID:
0010-1221000221
Catatan
PT. Prima Karya Manunggal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyedia beton siap pakai (ready mix concrete). Permasalahan yang timbul di perusahaan tersebut berkaitan dengan kerusakan mesin produksi Vertical Shaft. Masalah kerusakan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan pergantian komponen mesin. Kerusakan mesin dapat mengakibatkan kualitas hasil produksi menurun selain itu juga dapat menyebabkan penundaan produksi yang cukup lama sehingga produksi tidak sesuai target dan akan dapat menimbulkan kerugian besar terhadap perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan yang dialami mesin Vertical Shaft. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Failure Tree Analysis (FTA) adalah metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Dari hasil analisis data dengan menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) terdapat tiga komponen mesin yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu Jaw impact dengan nilai RPN 160 , Hammer dengan nilai RPN 144, dan Belt dengan nilai RPN 126. Sehingga komponen yang memiliki nilai RPN tertinggi yang paling berisiko memberikan kegagalan. Dari hasil analisis data dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) maka di ketahui akar penyebab terjadinya kerusakan pada mesin vertical shaft yaitu disebabkan oleh tiga faktor yaitu kurangnya perawatan mesin, faktor sikap kerja dan tidak adanya biaya untuk melakukan penggantian komponen mesin yang sudah tua.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218310162 (R)2021 TA-TIA 818 RES p Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000998 1
005 _ _ 20220329100224 2
035 # # $a 0010-1221000221 3
245 1 # $a Penerapan Metode FMEA dan FTA dalam Mengidentifikasi Penyebab Kerusakan Mesin Vertical Shaft pada PT. Prima Karya Menunggal Pangkep : $b Tugas Akhir /$c Resky Ariyanty 4
100 _ # $a RESKY, Ariyanty 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xi, 32 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20,5x28 cmf 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TIA 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 RES p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TIA 2021 12
008 _ _ 220329################|##########|#|## 13
520 # # $a PT. Prima Karya Manunggal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyedia beton siap pakai (ready mix concrete). Permasalahan yang timbul di perusahaan tersebut berkaitan dengan kerusakan mesin produksi Vertical Shaft. Masalah kerusakan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan dan pergantian komponen mesin. Kerusakan mesin dapat mengakibatkan kualitas hasil produksi menurun selain itu juga dapat menyebabkan penundaan produksi yang cukup lama sehingga produksi tidak sesuai target dan akan dapat menimbulkan kerugian besar terhadap perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan yang dialami mesin Vertical Shaft. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Failure Tree Analysis (FTA) adalah metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Dari hasil analisis data dengan menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) terdapat tiga komponen mesin yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu Jaw impact dengan nilai RPN 160 , Hammer dengan nilai RPN 144, dan Belt dengan nilai RPN 126. Sehingga komponen yang memiliki nilai RPN tertinggi yang paling berisiko memberikan kegagalan. Dari hasil analisis data dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) maka di ketahui akar penyebab terjadinya kerusakan pada mesin vertical shaft yaitu disebabkan oleh tiga faktor yaitu kurangnya perawatan mesin, faktor sikap kerja dan tidak adanya biaya untuk melakukan penggantian komponen mesin yang sudah tua. 14
990 # # $a 162/TA TIA 2021 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 21 Dec 2021
Export