Detail Katalog

ID: 10156
Cover Optimasi Suhu dan Waktu Terhadap Recovery Fe Removal Pada Pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) Laterit Morowali :  Tugas Akhir / Gian Ananta (20TKM453)

Optimasi Suhu dan Waktu Terhadap Recovery Fe Removal Pada Pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) Laterit Morowali : Tugas Akhir / Gian Ananta (20TKM453)

Edisi: 2023

Pengarang:
GIAN Ananta
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Tugas Akhir TKM 2023
Deskripsi Fisik:
xii + 35 halaman : Tabel;Gambar ; 20,5 x 29 cm. Bibliografi;Lampiran
Nomor Panggil:
(R)2023 TA-TKM 818 GIA o
Control Number:
INLIS000000000009777
BIB ID:
0010-1023000195
Catatan
ABSTRAK

GIAN ANANTA. 2023. Optimasi suhu dan waktu terhadap recovery Fe Removal pada pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) laterit Morowali. Dibawah bimbingan Herlina Rahim sebagai Pembimbing I dan Gyan Prameswara sebagai Pembimbing II.

Permintaan nikel terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Permintaan nikel di dunia tercatat sebesar 2.340,56 metrik ton (mt) pada 2020, sebanyak 2,73 juta metrik ton pada tahun 2021 dan meningkat 20,88% pada tahun 2022 yaitu mencapai 3,3 juta metrik ton pada 2022. Permintaan yang tinggi dapat menyebabkan eksplorasi dan eksploitasi bijih sulfida nikel secara intensif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelangkaan karena cadangan yang terbatas. Pemurnian logam nikel kadar rendah dapat dilakukan menggunakan proses hidrometalurgi dengan cara pelindian. Penelitian ini tidak hanya mengekstraksi nikel tetapi juga menghilangkan Fe(III) dari PLS melalui proses presipitasi. Presipitas? Fe dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum larutan diolah lebih lanjut. Suhu dan waktu merupakan faktor yang sangat mempengaruhi proses presipitasi Fe(III) Removal. Pemilihan suhu dan waktu yang sesuai sangat penting dalam proses presipitasi karena dapat memengaruhi pembentukan kristal dan kualitas produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai optimum pada suhu dan waktu terhadap recovery Fe(III) Removal pada Pregnant Leach Solution (PLS) laterit Morowali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yaitu dengan menggunakan sampel Ore jenis laterit dari Morowali. Pada penelitian ini Variasi suhu yang digunakan pada penelitian ini yaitu 30, 60, 90°C dengan variasi waktu 30, 60, 90 dan 120 menit pada setiap suhu yang digunakan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Fe removal paling tinggi diperoleh pada suhu 60°C waktu 90 menit. Fe removal yang diperoleh pada titik tersebut sebesar 63,39887%.

Kata Kunci: Bijih Laterit, Leaching, Presipitasi, Suhu, Fe Removal
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T238340066 (R)2023 TA-TKM 818 GIA o Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 16 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000009777 1
005 _ _ 20231101073017 2
035 # # $a 0010-1023000195 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 231101################|##########|#|## 5
082 # # $a (R)2023 TA-TKM 818 6
084 # # $a (R)2023 TA-TKM 818 GIA o 7
100 _ # $a GIAN Ananta 8
245 1 # $a Optimasi Suhu dan Waktu Terhadap Recovery Fe Removal Pada Pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) Laterit Morowali : $b Tugas Akhir /$c Gian Ananta (20TKM453) 9
250 # # $a 2023 10
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2023 11
300 # # $a xii + 35 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 20,5 x 29 cm.$e Bibliografi;Lampiran 12
650 # 4 $a Tugas Akhir TKM 2023 13
856 # # $a OPAC (TA TKM 2023) 14
520 # # $a ABSTRAK GIAN ANANTA. 2023. Optimasi suhu dan waktu terhadap recovery Fe Removal pada pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) laterit Morowali. Dibawah bimbingan Herlina Rahim sebagai Pembimbing I dan Gyan Prameswara sebagai Pembimbing II. Permintaan nikel terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Permintaan nikel di dunia tercatat sebesar 2.340,56 metrik ton (mt) pada 2020, sebanyak 2,73 juta metrik ton pada tahun 2021 dan meningkat 20,88% pada tahun 2022 yaitu mencapai 3,3 juta metrik ton pada 2022. Permintaan yang tinggi dapat menyebabkan eksplorasi dan eksploitasi bijih sulfida nikel secara intensif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelangkaan karena cadangan yang terbatas. Pemurnian logam nikel kadar rendah dapat dilakukan menggunakan proses hidrometalurgi dengan cara pelindian. Penelitian ini tidak hanya mengekstraksi nikel tetapi juga menghilangkan Fe(III) dari PLS melalui proses presipitasi. Presipitas? Fe dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum larutan diolah lebih lanjut. Suhu dan waktu merupakan faktor yang sangat mempengaruhi proses presipitasi Fe(III) Removal. Pemilihan suhu dan waktu yang sesuai sangat penting dalam proses presipitasi karena dapat memengaruhi pembentukan kristal dan kualitas produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai optimum pada suhu dan waktu terhadap recovery Fe(III) Removal pada Pregnant Leach Solution (PLS) laterit Morowali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yaitu dengan menggunakan sampel Ore jenis laterit dari Morowali. Pada penelitian ini Variasi suhu yang digunakan pada penelitian ini yaitu 30, 60, 90°C dengan variasi waktu 30, 60, 90 dan 120 menit pada setiap suhu yang digunakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Fe removal paling tinggi diperoleh pada suhu 60°C waktu 90 menit. Fe removal yang diperoleh pada titik tersebut sebesar 63,39887%. Kata Kunci: Bijih Laterit, Leaching, Presipitasi, Suhu, Fe Removal 15
990 # # $a 66/TA TKM 2023 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name