<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">66/TA TKM 2023</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000009777</controlfield>
    <controlfield tag="005">20231101073017</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1023000195</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">231101################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2023 TA-TKM 818</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2023 TA-TKM 818 GIA o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">GIAN Ananta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Optimasi Suhu dan Waktu Terhadap Recovery Fe Removal Pada Pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) Laterit Morowali :</subfield>
      <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
      <subfield code="c">Gian Ananta (20TKM453)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii + 35 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Tabel;Gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">20,5 x 29 cm.</subfield>
      <subfield code="e">Bibliografi;Lampiran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Tugas Akhir TKM 2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (TA TKM 2023)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ABSTRAK&#13;
&#13;
GIAN ANANTA. 2023. Optimasi suhu dan waktu terhadap recovery Fe Removal pada pemurnian Pregnant Leach Solution (PLS) laterit Morowali. Dibawah bimbingan Herlina Rahim sebagai Pembimbing I dan Gyan Prameswara sebagai Pembimbing II.&#13;
&#13;
Permintaan nikel terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Permintaan nikel di dunia tercatat sebesar 2.340,56 metrik ton (mt) pada 2020, sebanyak 2,73 juta metrik ton pada tahun 2021 dan meningkat 20,88% pada tahun 2022 yaitu mencapai 3,3 juta metrik ton pada 2022. Permintaan yang tinggi dapat menyebabkan eksplorasi dan eksploitasi bijih sulfida nikel secara intensif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelangkaan karena cadangan yang terbatas. Pemurnian logam nikel kadar rendah dapat dilakukan menggunakan proses hidrometalurgi dengan cara pelindian. Penelitian ini tidak hanya mengekstraksi nikel tetapi juga menghilangkan Fe(III) dari PLS melalui proses presipitasi. Presipitas? Fe dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum larutan diolah lebih lanjut. Suhu dan waktu merupakan faktor yang sangat mempengaruhi proses presipitasi Fe(III) Removal. Pemilihan suhu dan waktu yang sesuai sangat penting dalam proses presipitasi karena dapat memengaruhi pembentukan kristal dan kualitas produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai optimum pada suhu dan waktu terhadap recovery Fe(III) Removal pada Pregnant Leach Solution (PLS) laterit Morowali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yaitu dengan menggunakan sampel Ore jenis laterit dari Morowali. Pada penelitian ini Variasi suhu yang digunakan pada penelitian ini yaitu 30, 60, 90°C dengan variasi waktu 30, 60, 90 dan 120 menit pada setiap suhu yang digunakan.&#13;
&#13;
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Fe removal paling tinggi diperoleh pada suhu 60°C waktu 90 menit. Fe removal yang diperoleh pada titik tersebut sebesar 63,39887%.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Bijih Laterit, Leaching, Presipitasi, Suhu, Fe Removal</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
