<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000005762</controlfield>
    <controlfield tag="005">20220415110749</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0422000157</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengolahan Buah Nangka Menjadi Permen Jelly Nangka :</subfield>
      <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
      <subfield code="c">Sri Rahayu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">SRI Rahayu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2013</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii, 40 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Tabel, gambar, grafik ;</subfield>
      <subfield code="c">21x29 cm</subfield>
      <subfield code="e">Lampiran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Rak TA TPL 2013)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Akademi Teknik Industri Makassar-TPL,</subfield>
      <subfield code="c">2013</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2013 TA-TPL 818</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2013 TA-TPL 818 SRI p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Tugas Akhir TPL 2013</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kabupaten Tolitoli adalah salah satu daerah dengan iklim tropis yang cukup potensial dengan buah nangka. Di daerah ini umumnya buah nangka hanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar dan belum banyak diolah, sedangkan buah cepat sekali rusak oleh pengaruh mekanik, kimia dan mikrobiologi sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu, pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Salah satu cara pengolahan buah nangka adalah mengolahnya menjadi permen jelli nangka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan buah nangka menjadi permen jelli nangka dan bagaimana prospek pengembangan usaha pengolahan permen jelli nangka dilihat dari aspek finansial. Penelitian pengolahan permen jelli nangka dilakukan di laboratorium Mikrobiologi pada bulan Agustus-September 2013 dengan melakukan uji organoleptik kepada 30 orang panelis. Dari hasil penelitian yang dilakukan denga menggunakan bahan buah nagka segar 300 gr, gula pasir 500 gr, dan agar-agar 15 gr, menghasilkan permen jelli nangka sebanyak 800 gr, yang dikemas 60 gr per bungkus, sehingga menghasilkan kurang lebih 13 bungkus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengolahan buah nangka menjadi permen jelli nangka prosesnya adalah pencucian, penghancuran, pendidihan, pencampuran bahan, pendinginan, pemotongan, penjemuran, dan pengemasan.</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">220415################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">53/TA TPL 2013</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
