<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001918</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250115074244</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0122000593</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Otak Tanpa Kotak /</subfield>
      <subfield code="c">Ratih Paradini</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">RATIH Paradini</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke-1 Juni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">216 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">14,5 x 21 cm</subfield>
      <subfield code="e">biografi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Rak 2.2)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Al-Fatih Press,</subfield>
      <subfield code="c">2019</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">153</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">153 RAT o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-52054-3-9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Intelektual, Kecerdasan, Psikologi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sumbangan Mahasiswa 2020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Saat otak terjebak dalam kotak, membuat akal jadi tumpul dan pemikiran brilian terkungkung. Sayangnya kotak yang menyekat otak itu abstrak, mengurung otak hingga buat ia terjajah. Terjajah tak selamanya terpenjara oleh sekat-sekat penjara, ataukah tertindas oleh moncong-moncong senjata. Terjajah yang paling bahaya justru ketika tidak kentara, dikiranya merdeka padahal terpenjara oleh nafsu durjana. Untaian-untaian aksara dalam lembar-lembar buku ini mencoba membelah analisa-analisa realita keterjajahan intelektual khususnya dunia mahasiswa yang terjerat oleh berbagai problematika, terjajah oleh jebakan yang membuat “Otak dalam Kotak”. Gubahan kata yang tersemat juga berisi motivasi intelektual masa kini agar berani mengangkasakan mimpi, bukan sekedar mimpi yang tinggi tanpa orientasi apalagi minim kontribusi.&#13;
Intelektual terjajah, begitulah kalimat Aksara yang mengawali pembahasan buku ini. Buku ini hadir lantaran cinta dan kasih kepada kaula intelektual yang hari ini kita masih sama-sama terjajah, tapi kita berusaha meraih kemerdekaan dengan melakukan perlawanan. Tapi bagaimana mau melawan dan berubah, jika hakekat terjajah masih biasa dalam pandangan. Makna terjajah ketika intelektual memuja dunia dan orientasi harta belaka, materi telah menjadi asas dan landasan. Karena itu artinya nafsu menjadi pemimpin sedangkan akal hanya ikut pada keinginan nafsu.</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">250115################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">197/SM-20</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
