<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001371</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250314123056</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0122000046</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Memulihkan Sekolah Memulihkan manusia :</subfield>
      <subfield code="b">Meluruskan Kembali Falsafah Mausia /</subfield>
      <subfield code="c">Haidar Bagir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">BAGIR, Haidir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke-3, Februari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">220 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">15x25 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Rak 4.4)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta Selatan :</subfield>
      <subfield code="b">Mizan,</subfield>
      <subfield code="c">2020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">371.102</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">371.102 BAG m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-441-135-0</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sekolah dalam bentuknya sekarang masih belum bisa sepenuhnya digantikan meski, sesungguhnya, masih banyak kesalahan mendasar yang harus diluruskan didalamya, baik itu dalam kesalahan konseptual maupun praktikal. Mulai dari kerancuan tentang tujuan pendidkan, kesalah pahaman atas tujuan pendidikan, kekaburan atas hakikat proses belajar, dan kemiskinan metode belajar mengajar. Maka,  kita baru bisa berharap sekolah akan sesuai dengan bagaimana seharusnya sebuah institusi pendidikan akan manusia diselenggarakan jika terus-mrenerus kita mengkritiknya. Hanya dengan cara itu, dalam segala keterbatasannya, sekolah model sekarang bisa dipulihkan sebisanya sebagai tempat mendidik siswa agar dapat menjadi manusia-manusia yang merdeka, yang mampu memelihara atau bahkan dapat mengembangkan spiritualitasnya hingga setinggi-tingginya; yang dapat mencapai kebahagiaan karena kemampuannya menguasai diri, dan dalam kapasitasnya untuk memberikan kontribusi positif sebesar-besarnya bagi lingkungan tempat dia hidup dan berada.</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">250314################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan, Pengajar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sumbangan Mahasiswa 2020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">281/SM-2020</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
