<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000012625</controlfield>
    <controlfield tag="005">20241104122341</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0824000135</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">241104################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-489-125-8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">636.508</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">636.508 PAI m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">PAIMIN, Farry B</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Membuat Dan Mengelola Mesin Tetas /</subfield>
      <subfield code="c">Farry B. Paimin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Edisi 1, Cetakan 6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Penebar Swadaya,</subfield>
      <subfield code="c">1995</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">VIII., 98 Halaman :</subfield>
      <subfield code="b">gambar; tabel ;</subfield>
      <subfield code="c">14,5 x 20 Cm</subfield>
      <subfield code="e">Biblografi; Biografi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Teknik Mesin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perbanyakan unggas umumnya dilakukan dengan penetasan telur. Secara alami, penetasan telur tersebut dengan pengeraman oleh induk unggas yang bersangkutan atau induk unggas lain. Kapasitas yang terbatas merupakan kelemahan mencolok dari pengeraman alami sehingga ketersediaan anak unggas pun sangat terbatas. Satu-satunya cara untuk meningkatkan ketersediaan anak unggas adalah melakukan penetasan telur secara buatan, yaitu dengan menggunakan mesin tetas. Dengan berbagai sumber panas yang tersedia, seperti panas matahari, lampu minyak, atau listrik, dikenal mesin tetas matahari dan sekam, mesin tetas lampu minyak, mesin tetas lampu pijar, mesin tetas kawat nikelin, serta mesin tetas kombinasi. Berdasarkan cara kerjanya, dikenal mesin tetas manual, semi-otomatis, dan otomatis. Selain kapasitas penetasannya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pengeraman alami. Buku ini memaparkan secara lengkap dan tuntas mengenai pengenalan mesin tetas, teknik membuat, dan yang paling penting adalah teknik menggunakan mesin tetas agar dapat menetaskan telur secara maksimal.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Rak Tandon - Rak 10.2)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1264/SM-02</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
