<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000012172</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">306/SM-23</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20240831032422</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0724000324</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20240718101115</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0724000324</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240831################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-25-9071-5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">492.73</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">492.73 YUN k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">YUNUS, Mahmud</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kamus Arab - Indonesia /</subfield>
      <subfield code="c">Prof. DR. H. Mahmud Yunus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Mahmud Yunus Wa Dzurriyyah,</subfield>
      <subfield code="c">2010</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xiv., 522 Halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">13 x 18,5 Cm</subfield>
      <subfield code="e">Biblografi; Biografi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kamus Bahasa Arab</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sumbangan Mahasiswa 2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kehadiran kamus bahasa Arab teramat penting bagi penuntut ilmu, sebab tiada hari dalam “kamus”nya selain menambah mufradat. Ia penuhi “amunisi” kecerdasannya dengan menghafal. Justru, hal ini lebih bermanfaat, daripada menetesi seisi perutnya dengan nanah, layaknya teguran Imam Syafi’i terhadap orang yang gemar dengan Al-Laghwu. Kamus ini dikenal dengan nama Kamus Mahmud Yunus, sebagaimana pendahulunya dikenal dengan nama Kamus Al-Munawwir yang setingkat lebih tebal dari kamus ini.&#13;
&#13;
Layaknya buku panduan, maka buku ini memiliki etiket yang harus diperhatikan: Cara Memakai Kamus; Jika hendak mencari makna dan arti bahasa Arab. Haruslah diketahui lebih dahulu kata pokoknya (kata asalnya). Misalnya Yaf’alu kata pokoknya ialah Fa’ala maka hendaklah dicari Fa’ala pada bab Fa’, bukan Ya’. Perlu Anda ketahui … yang memudahkan bahasa Arab ialah karena bahasa itu mempunyai wazan-wazan (timbangan, neraca). Apabila dihafal wazan-wazan itu, maka dapat diketahui kata-kata lain dengan mengkiaskan dan mencontohkan dengan kiasan itu, karena wazan-wazan itu adalah suri teladan bagi semua kata-kata yang lain. (Simak selengkapnya dalam kata pengantar)&#13;
&#13;
Mengapa Selama Ini Kita Salah Menterjemah? Baca Ini …&#13;
&#13;
Supaya mudah memahami bahasa Arab dengan perantara bahasa Indonesia, hendaklah perhatikan hal-hal berikut: Pertama, kata pokok terdiri dari (Madhi, Mudhari, dan Mashdar). Kalau tidak ada Isim Marfu’ (baris di depan) di belakangnya, maka Fa’ilnya Dhamir tertutup, yaitu (Dia), sebagai pokok kalimat dalam tata bahasa Indonesia. Tetapi (Dia) itu tidak dituliskan dalam kamus, hanya ditakdirkan saja, supaya ringkas. Misalnya: Kadzaba-yukadzibu-kadziiban artinya Dia berdusta, tapi (Dia) itu tidak dituliskan.&#13;
Itu yang pertama, yang kedua apa ya? Kedua, Kalau di belakang kata pokok itu Isim marfu’ (baris di depan), maka itulah fa’ilnya. Misalnya: Qoro a Muhammadun artinya Muhammad membaca. Masih ada lagi? Masih ...&#13;
&#13;
Tahukah Anda … bahwa bahasa Arab merupakan bahasa generasi terbaik sepanjang masa. Lihatlah mereka; para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in serta ulama empat mazhab, semuanya mengunggulkan bahasa Arab. Bahasa Arab termasuk sarana untuk memahami dengan mudah isi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sudahkah Anda lancar berbahasa Arab?</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Lemari Referensi)</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
