<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001157</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">118/TA TIA 2020</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20220524012623</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1221000380</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Analisis Manajemen Persediaan dengan Menggunakan Metode EOQ dengan Backorder pada PT. Sermani Steel Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
      <subfield code="c">Fakhrunisa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">FAKHRUNISA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xi, 32 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Tabel, gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">20,5x29 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Rak TA TIA 2020)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,</subfield>
      <subfield code="c">2020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2020 TA-TIA 818</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2020 TA-TIA 818 FAK a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Tugas Akhir TIA 2020</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">220524################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">PT Pertamina Hulu Sanga Sanga merupakan salah satu perusahaan pengolahan migas. Pada industri migas, salah satu proses yang paling sering dilakukan adalah pemisahan. Salah satu zat yang dipisahkan dari gas alam adalah air. Salah satu cara untuk menghilangkan kandungan air adalah dengan menggunakan absorbent TEG pada proses dehydration. TEG yang sudah digunakan perlu dipisahkan kandungan air agar bisa digunakan kembali. Pemisahan kandungan air pada TEG disebut proses regenerasi TEG. Pada proses regenerasi sering mengalami masalah akibatnya konsentrasi yang diperoleh menjadi kecil. Masalah tersebut terjadi akibat kandungan air yang tidak terpisah sempurna karena suhu yang tidak sesuai. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan simulasi variasi suhu pada regenerator untuk memperoleh TEG mole fraction atau konsentrasi TEG yang maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan cara mensimulasikan data aktual pada model regeneration unit pada Aspen Hysys dan kemudian memvariasikan suhu reboiler pada alat regenerator yaitu pada suhu 392°F, 393.8°F, 395.6°F, 397.4°F, dan 400°F. Kemudian hasilnya dianalisis untuk melihat suhu yang optimal dalam menghasilkan konsentrasi TEG yang maksimal. Penelitian ini dilakukan dari 2 maret 2020 sampai 30 maret 2020 di PT Pertamina Hulu Sanga Sanga. Hasil simulasi menunjukan bahwa semakin tinggi suhu regenerator maka konsentrasi TEG atau TEG mole fraction yang dihasilkan pun semakin tinggi. Pada suhu 400°F diperoleh TEG mole fraction atau konsentrasi TEG sebesar 0.92569 atau 92.569%. Semakin rendah suhu regenerator maka konsentrasi TEG atau TEGmole fraction yang dihasilkan pun semakin rendah. Pada suhu 392°F diperoleh TEG mole fraction atau konsentrasi TEG sebesar 0.92467 atau 92.467%. Konsentrasi TEG yang dihasilkan dari simulasi lebih besar dari kondisi aktual karena simulasi proses berjalan secara ideal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
