<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001000</controlfield>
    <controlfield tag="005">20220625112701</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1221000223</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Identifikasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Hazard Identification, Risk Assessment dan Risk Control (HIRARC) (Studi Kasus : IKM Usaha Pabrik Tahu Mandiri Kota Makassar) :</subfield>
      <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
      <subfield code="c">Ummi Kalsum Febriyanti. H</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">UMMI Kalsum Febriyanti H.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xi, 61 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Tabel, gambar ;</subfield>
      <subfield code="c">20,5x29 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">OPAC (Rak TA TIA 2021)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,</subfield>
      <subfield code="c">2021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2021 TA-TIA 818</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">(R)2021 TA-TIA 818 UMM i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Tugas Akhir TIA 2021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Usaha Tahu Mandiri adalah IKM yang bergerak di bidang pengolahan tahu yang berada di wilayah Kota Makassar. Dalam kegiatan produksi sering terjadi kecelakaan kerja pada saat proses produksi berlangsung dan pekerja tidak menerapkan K3 dengan baik, sehingga diperlukan identifikasi bahaya dan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) untuk mengetahui potensi risiko bahaya, penilaian tingkat risiko dan pengendalian risiko pekerja. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control (HIRARC), dimana metode ini digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Dari hasil penelitian telah didapatkan 60 risiko potensi bahaya pada proses pembuatan tahu, dimana 62% merupakan kategori risiko rendah, 30% merupakan kategori risiko sedang, dan 8% merupakan kategori tinggi. Pengendalian risiko yang diterapkan ialah menyediakan alat pelindung diri dengan lengkap seperti sepatu boots, sarung tangan, pelindung mata, masker penutup mulut, baju pelindung, menggunakan alat pelindung telinga aer plug, menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area poduksi, dan memasang rambu-rambu di sekitar area produksi, serta menerapkan 5S dan standar Good House Keeping.</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">220625################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">161/TA TIA 2021</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
