=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000000925 =005 20220523022739 =035 ##$$a 0010-1221000148 =245 1#$$a Analisis Postur Kerja Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja di Gudang Karung PT. Makassar Tene Makassar : $b Tugas Akhir /$c Ilmi Rasmi Aulia =100 1#$$a ILMI Rasmi Aulia =250 ##$$a 2019 =300 ##$$a xvii, 97 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TIA 2019) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2019 =082 ##$$a (R)2019 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2019 TA-TIA 818 ILM a =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2019 =008 220523################|##########|#|## =520 ##$$a PT Makassar Tene merupakan pabrik yang memproduksi gula rafinasi dari bahan baku raw sugar. Seluruh proses produksinya dijalankan secara otomatis. Namun dalam kegiatan penyortiran bahan pembantu seperti karung masih dilakukan secara manual. Proses penyortiran karung pada PT Makassar Tene menggunakan tenaga kerja wanita yang berusia diatas 40 tahun. Kondisi sikap kerja yang dilakukan oleh beberapa pekerja wanita tersebut saat ini masih banyak yang tidak ergonomis. Sikap kerja tersebut yaitu duduk, berdiri, bungkuk dan mengangkat beban lebih dari maksimal beban yang ditoleransi oleh tubuh wanita yaitu 10 kg jika dilakukan secara terus menerus. Keluhan rasa sakit sudah dirasakan oleh para pekerja akibat postur kerja yang tidak sesuai, berupa rasa sakit pada pinggul, pinggang, lutut, bahu serta lengan atas. Dari permasalahan yang ada perlu dievaluasi terhadap faktor fisik pada kegiatan penyortiran karung dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis postur kerja secara keseluruhan. Metode yang digunakan yaitu OWAS dan REBA. Kedua metode ini mampu mendefinisikan pergerakan seluruh bagian tubuh pekerja sehingga dapat memberi perbaikan pergerakan tubuh secara keseluruhan. Maka dari itu, pada penelitian ini dilakukan observasi untuk mengetahui tingkat risiko yang diakibatkan oleh postur kerja saat melakukan aktivitas penyortiran karung dengan membandingkan metode OWAS dan REBA pada pekerja wanita PT Makassar Tene. Berdasarkan dari hasil penelitian, diketahui terdapat beberapa aktivitas penyortiran karung yang teridentifikasi berisiko terjadinya gangguan musculoskeletal disorder (MSDs) pada pekerja. Kegiatan tersebut yaitu proses mengangkat karung ke pallet dengan tingkat risiko dari sedikit berbahaya hingga sangat berbahaya pada metode OWAS dan dari sedang hingga tinggi pada metode REBA. Serta proses menyusun karung dengan tingkat risiko sangat berbahaya pada metode OWAS dan sedang hingga tinggi pada metode REBA. Sehingga diperlukan adanya perbaikan postur tubuh pekerja secepatnya/saat ini terutama pada kegiatan mengangkat dan menyusun karung. =990 ##$$a 02/TA TIA 2019