=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000005119 =005 20220624044836 =035 ##$$a 0010-0322000516 =245 1#$$a Pengaruh Perbedaan Indeks Klinker Terhadap Kualitas Mortar dengan Pengujian Fisika dan Kimia di PT. Semen Tonasa Pangkep : $b Tugas Akhir /$c Zhalzhalbilah Dwi Sahari =100 #$$a ZHALZHALBILAH Dwi Sahari =250 ##$$a 2019 =300 ##$$a xiv, 44 halaman : $b Tabel, gambar, grafik ; $c 20,5x28 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TKM 2019) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2019 =082 ##$$a (R)2019 TA-TKM 818 =084 ##$$a (R)2019 TA-TKM 818 ZHA p =650 #4$$a Tugas Akhir TKM 2019 =008 220624################|##########|#|## =520 ##$$a ZHALZHALBILAH DWI SAHARI. 2019. Pengaruh Perbedaan Indeks Klinker Terhadap Kuat Tekan Mortar Dengan Pengujian Fisika dan Kimia di PT. Semen Tonasa Pangkep. Di bawah bimbingan RACHMA sebagai pembimbing I dan ANDI ARNINDA sebagai pembimbing II. PT. Semen Tonasa adalah salah satu produsen semen di Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT. Semen Indonesia di bawah naungan BUMN. Pada Unit II PT. Semen Tonasa memproduksi semen PCC dengan indeks klinker 75%, akan tetapi pada bahan baku ditemukan masalah yang sangat berkaitan erat dengan besarnya biaya produksi, yaitu semakin besar indeks klinker maka semakin besar pula penggunaan bahan bakar batu bara. Oleh karena itu dilakukan upaya penurunan indeks klinker menjadi <75% agar kuat tekan mortar sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan. Penelitian dilakukan dengan membuat semen percobaan dengan variasi klinker yang berbeda-beda, yaitu 72%, 70%, dan 65% untuk kemudian diuji sifat kimia dan fisikanya mengacu pada SNI semen. Pengujian kimia meliputi persentase dari bagian tak larut dan hilang pada pemijaran. Pengujian fisika meliputi kehalusan, residu, dan kuat tekan pada lama perendaman 3, 7, dan 28 hari. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan persyaratan spesifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi indeks klinker pada semen, maka semakin tinggi pula kuat tekannya, dan rata-rata contoh yang diperiksa memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam SNI semen, namun ternyata indeks klinker 65% beberapa parameter yang ditentukan dalam spesifikasi menunjukkan rentang yang cukup kecil, dimana uji kimia LOI dengan additive 3:1 dan 2:1 masing-masing 5.32% dan 5.26% melewati batas max SNI yaitu 5% sedangkan BTL baik additive 3:1 dan 2:1 masing-masing 3.5% dan 4.1% melewati batas max SNI yaitu 3% dan uji kuat tekan dengan lama perendaman 3 hari additive 3:1 dan 2:1 masing-masing 126 dan 114 tidak mencapai SNI yaitu min 130 N/m2. Untuk lama perendaman 7 hari masing-masing 156 dan 147 tidak memenuhi SNI yaitu min 200 N/m2 dan untuk lama perendaman 28 hari masingmasing 278 dan 244 tidak memenuhi SNI yaitu min 280 N/m2. Kata kunci: indeks klinker, kualitas mortar, uji fisika, uji kimia =990 ##$$a 116/TA TKM 2019