=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000001308 =005 20240711110023 =035 ##$$a 0010-1221000531 =245 1#$$a Analisis Tingkat Kerusakan Produk Precision Part dengan Menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone pada Aftech Rand Perkasa Cikarang : $b Tugas Akhir /$c Asmar A'Buraera (TM145604) =100 1#$$a ABURAERA, Asmar =250 ##$$a 2017 =300 ##$$a xi, 36 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20,5x28 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA T&MI 2017) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik & Manajemen Industri,$c 2017 =082 ##$$a (R)2017 TA-T&MI 818 =084 ##$$a (R)2017 TA-T&MI 818 ABU a =650 #4$$a Tugas Akhir T&MI 2017 =008 240711################|##########|#|## =520 ##$$a PT. Aftech Rand Perkasa merupakan salah satu perusahaan di Cikarang yang bergerak di bidang Design and manufacturing of tooling and precision part dengan hasil produk yang berkualitas tinggi khususnya dalam memproduksi alat-alat mekanik dan sejenisnya. Hasil produksi PT Aftech Rand Perkasa sudah dipercaya di perusahaan-perusahaan besar seperti Yamaha, Panasonic, Exedy dan lain-lain. Oleh karena itu perusahaan harus melihat serta menjaga agar kualitas produk yang dihasilkan terjamin. Pengendalian kualitas pada perusahaan sangatlah diperlukan. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui beberapa kerusakan yang terjadi. Pada penelitian ini menggunakan dua metode pengendalian kualitas statistic yaitu diagram pareto dan metode fishbone, dengan melihat tabel dan grafik untuk mengetahui besar kerusakan serta faktor penyebabnya. Hasil analisa diagram pareto diketahui bahwa untuk jenis kerusakan pertama yaitu produk tidak center memiliki tingkat persentase sebanyak 17% dengan jumlah produk yang rusak sebanyak 18 pcs dari total jumlah kerusakan sebanyak 106 pcs. Jenis kerusakan kedua yaitu ukuran tap/gambar salah dengan persentase 35,8% atau jumlah produk yang rusak sebanyak 38 pcs dari total jumlah kerusakan sebanyak 106 pcs. Untuk jenis kerusakan yang ketiga adalah dimensi tidak sesuai memiliki tingkat persentase yang tertinggi sebesar 47,2% atau jumlah produk yang rusak sebanyak 50 pcs dari total jumlah kerusakan sebanyak 106 pcs. Selanjutnya, hasil yang telah didapatkan lalu dianalisis kembali menggunakan diagram sebab-akibat. Faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab kerusakan yaitu operator karena kurangnya komunikasi yang dilakukan operator pada saat terdapat ukuran gambar yang tidak jelas terbaca. Kelengkapan dari peralatan pendukung (tools) yang dipakai untuk menjalankan mesin belum tersedia, bahan baku yang belum ataupun sudah diproses machining belum dibersihkan dari kotoran (scrap), Metode sudah sesuai dengan standar atau SOP yang berlaku. =990 ##$$a 206/TA T&MI 2017