=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000012606 =005 20240806110846 =035 ##$$a 0010-0824000116 =007 ta =008 240806################g##########0#ind## =020 ##$$a 979-8031-92-6 =082 ##$$a 633.7 =084 ##$$a 633.7 SIR b =100 #$$a SIREGAR, Tumpal H.S. =245 1#$$a Budidaya, Pengolahan Dan Pemasaran Cokelat /$c Tumpal H.S. Siregar =250 ##$$a Edisi 1, Cetakan 11 =260 ##$$a Jakarta :$b Penebar Swadaya,$c 2000 =300 ##$$a ix., 157 Halaman : $b gambar; tabel ; $c 14,5 x 20,5 Cm$e Biblografi; Biografi =650 #4$$a Perkebunan Cokelat =700 #$$a Slamet Riyadi =700 #$$a Laeli Nuraeni =520 ##$$a Tanaman kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu tanaman penting dalam industri cokelat. Tanaman ini memiliki sejarah panjang dan asal usul yang menarik. Kakao berasal dari Amerika Selatan, khususnya daerah hutan hujan di wilayah Amazon. Para ahli percaya bahwa suku Maya dan Aztec merupakan dua budaya kuno yang pertama kali mengenal dan mengolah kakao. Budidaya tanaman kakao merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan perhatian yang ekstra. Tanaman ini membutuhkan suhu dan kelembaban yang tepat serta kondisi tanah yang subur. Selain itu, bagi petani yang ingin mengembangkan industri cokelat lokal, mereka juga harus memperhatikan faktor keberlanjutan dan kesejahteraan petani. Setelah panen, biji kakao harus melalui beberapa tahap pengolahan sebelum dijadikan cokelat yang siap konsumsi. Proses pengolahan ini meliputi fermentasi, pengeringan, pemanggangan, penggilingan, dan tempering. Setiap tahap pengolahan memiliki peran penting untuk menghasilkan cokelat berkualitas tinggi. Dalam upaya mengembangkan industri cokelat lokal, beberapa inovasi telah dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan varietas unggul tanaman kakao yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, penggunaan teknologi modern dalam proses pengolahan juga dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. Meskipun pasar cokelat didominasi oleh produk impor, potensi pasar cokelat lokal tidak boleh diabaikan. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya produk lokal dan keinginan konsumen untuk mendukung industri dalam negeri, peluang bagi industri cokelat lokal semakin terbuka lebar. =856 ##$$a OPAC (Rak 8)