=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000012360 =005 20241114125645 =035 ##$$a 0010-0724000512 =007 ta =008 241114################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-602-50411-0-5 =082 ##$$a 621.319 =084 ##$$a 621.319 RUS b.1 =100 #$$a RUSDIANTO, Eko =245 1#$$a Berebut Cahaya Di Mahalona : $b Potret Kelistrikan Di Sulawesi Selatan /$c Eko Rusdianto =250 ##$$a Edisi 1, Cetakan 1 =260 ##$$a Makassar :$b Jurnal Celebes,$c 2017 =300 ##$$a vii., 186 Halaman : $b gambar; tabel ; $c 15 x 21 Cm$e Biblografi; Biografi =650 #4$$a Teknik =700 #$$a Suriani Mappong =700 #$$a Wahyu Chandra =520 ##$$a Oleh karena itu, Jurnal Celebes yang berkonsorsium dengan Perkumpulan Wallacea dan Empati berencana membangun paket proyek terintegrasi: pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), pengembangan usaha, pengelolaan agroforestri, dan penguatan kelembagaan desa di Desa Buangin, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Buku setebal 186 halaman ini diawali dengan perjalanan kru JURnalCelebes ke Desa Buangin. Di perjalanan mereka mendapati kondisi jalan yang sangat berlumpur hingga mampu merendam mobil yang mereka tumpangi. Saat mereka menginjakkan kaki di tepian Sungai Lamonto, mereka tercengang melihat hutan di bantaran sungai kecil itu telah dibabat dan dibakar untuk kebun lada. Maklum, di desa tersebut merica bisa dihargai hingga Rp. 200 ribu per kilonya. Untuk itu, warga berbondong-bondong menjarah hutan, kemudian menjadikannya ladang merica. Buku ini hadir sebagai tujuan ingin memberi gambaran tentang permasalahan kelistrikan yang masih banyak terjadi di Sulawesi Selatan. Kmi juga berharap buku ini dapat memberi solusi atas problem-problem yang ada. =856 ##$$a OPAC (Rak 7.3) =990 ##$$a 0282/SM-19