=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000001157 =990 ##$$a 118/TA TIA 2020 =005 20220524012623 =035 ##$$a 0010-1221000380 =245 1#$$a Analisis Manajemen Persediaan dengan Menggunakan Metode EOQ dengan Backorder pada PT. Sermani Steel Makassar : $b Tugas Akhir /$c Fakhrunisa =100 #$$a FAKHRUNISA =250 ##$$a 2020 =300 ##$$a xi, 32 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20,5x29 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TIA 2020) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2020 =082 ##$$a (R)2020 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2020 TA-TIA 818 FAK a =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2020 =008 220524################|##########|#|## =520 ##$$a PT Pertamina Hulu Sanga Sanga merupakan salah satu perusahaan pengolahan migas. Pada industri migas, salah satu proses yang paling sering dilakukan adalah pemisahan. Salah satu zat yang dipisahkan dari gas alam adalah air. Salah satu cara untuk menghilangkan kandungan air adalah dengan menggunakan absorbent TEG pada proses dehydration. TEG yang sudah digunakan perlu dipisahkan kandungan air agar bisa digunakan kembali. Pemisahan kandungan air pada TEG disebut proses regenerasi TEG. Pada proses regenerasi sering mengalami masalah akibatnya konsentrasi yang diperoleh menjadi kecil. Masalah tersebut terjadi akibat kandungan air yang tidak terpisah sempurna karena suhu yang tidak sesuai. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan simulasi variasi suhu pada regenerator untuk memperoleh TEG mole fraction atau konsentrasi TEG yang maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan cara mensimulasikan data aktual pada model regeneration unit pada Aspen Hysys dan kemudian memvariasikan suhu reboiler pada alat regenerator yaitu pada suhu 392°F, 393.8°F, 395.6°F, 397.4°F, dan 400°F. Kemudian hasilnya dianalisis untuk melihat suhu yang optimal dalam menghasilkan konsentrasi TEG yang maksimal. Penelitian ini dilakukan dari 2 maret 2020 sampai 30 maret 2020 di PT Pertamina Hulu Sanga Sanga. Hasil simulasi menunjukan bahwa semakin tinggi suhu regenerator maka konsentrasi TEG atau TEG mole fraction yang dihasilkan pun semakin tinggi. Pada suhu 400°F diperoleh TEG mole fraction atau konsentrasi TEG sebesar 0.92569 atau 92.569%. Semakin rendah suhu regenerator maka konsentrasi TEG atau TEGmole fraction yang dihasilkan pun semakin rendah. Pada suhu 392°F diperoleh TEG mole fraction atau konsentrasi TEG sebesar 0.92467 atau 92.467%. Konsentrasi TEG yang dihasilkan dari simulasi lebih besar dari kondisi aktual karena simulasi proses berjalan secara ideal.