=LDR 00000nam 2200000 4500 =990 ##$$a 61/TA TIA 2020 =001 INLIS000000000001104 =005 20220526125119 =035 ##$$a 0010-1221000327 =245 1#$$a Perancangan Pembuatan Alat Sortir Kelapa Muda Yang Ergonomis Untuk Meningkatkan Produktivitas Pengusaha Kelapa Muda (Studi Kasus Pada Pengusaha Kelapa Muda Di Kecamatan Tallo, Kota Makassar) : $b Tugas Akhir /$c Sulung Rohmatullah =100 1#$$a ROHMATULLAH, Sulung =250 ##$$a 2020 =300 ##$$a xi, 102 halaman : $b Tabel; gambar ; $c 20,5x29,3 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TIA 2020) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2020 =082 ##$$a (R)2020 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2020 TA-TIA 818 ROH p =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2020 =008 220526################|##########|#|## =520 ##$$a Buah kelapa muda merupakan salah satu produk hasil perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Air kelapa mengandung bermacam-macam vitamin, mineral dan gula sehingga dapat dikategorikan sebagai minuman ringan yang bergizi. Pemanfaatan buah kelapa muda harus diikuti dengan penanganan setelah panen, seperti pengawetan, pengemasan dan penyimpanan karena buah mudah rusak. Dalam pengolahan buah kelapa muda, banyak ditemui keluhan dari pekerja, hal ini disebabkan karena dalam mensortasi buah kelapa melakukan gerakan berulang sehingga dapat memicu resiko musculoskeletal disorders (MsDs). Dari permasalahan tersebut penulis melakukan perancangan dan pembuatan alat sortasi kelapa muda dengan sistem sensor warna yang bertujuan untuk memilih kelapa muda secara tepat, meningkatkan kepuasan konsumen, meningkatkan efisiensi baik dari segi waktu proses, tenaga, jumlah produksi serta mengurangi resiko cidera yang dialami pekerja. Metode yang digunakan yaitu Quick Exposure Check (QEC) untuk menilai resiko kerja terkait gangguan otot. Hasil penelitian menunjukkan nilai exposure score tertinggi pada bagian leher atas dan lengan atas kanan dengan persentasi exposure level berada pada range 51%-60%, nilai ini berarti perlu penelitian lanjutan dan dilakukan perubahan. Perbandingan tingkat efisiensi saat menggunakan alat dan secara manual yaitu 88% dan 79% dimana penggunaan alat lebih efisien disbanding secara manual.