=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000009989 =005 20231208092301 =035 ##$$a 0010-1223000046 =007 ta =008 231208################|##########|#|## =082 ##$$a (R)2023 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2023 TA-TIA 818 PRA p =100 1#$$a PRATAMA, Bima Yoga =245 1#$$a Pemilihan Metode yang Tepat untuk Pengendalian Persediaan Bahan Baku Cocoa Bean pada PT Bumitangerang Mesindotama Cocoa Tangerang : $b Tugas Akhir /$c Bima Yoga Pratama (15TIA027) =250 ##$$a 2018 =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2018 =300 ##$$a xii + 54 halaman : $b Tabel ; $c 20,5 x 28 cm.$e Bibliografi =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2018 =856 ##$$a OPAC (TA TIA 2018) =520 ##$$a ABSTRAK BIMA YOGA PRATAMA. 2018. Pemilihan Metode yang Tepat untuk Pengendalian Persediaan Bahan Baku Cocoa Bean pada PT Bumitangerang Mesindotama Cocoa Tangerang. Di bawah bimbingan Bapak H. Abdul Samad sebagai pembimbig I dan Ibu Hj. Arminas sebagai pembimbing II. Pengendalian persediaan merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan agar proses produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko sekecil mungkin. Masalah kebutuhan bahan baku serta biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi merupakan hal yang sangat, karena dengan adanya bahan baku proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan metode yang tepat guna mengetahui jumlah persediaan bahan baku cocoa bean yang ekonomis dan optimal serta mengetahui berapa seharusnya dilakukan pesanan dengan menggunakan metode Economic Order Quanti (EOQ), metode POQ dan metode LFL pada PT Bumitangerang Mesindotama Cocoa. Dimana kebutuhan bahan baku menggunakan metode EOQ diketahui kuantitas pembelian yang optimal untuk perusahaan adalah 30.166 kg per 20 kali pemesanan, dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 180.977.237 dan dengan frekuensi pembelian sebanyak 20 kali pemesanan persatu periode, sedangkan berdasarkan analisa yang telah dilakukan menggunakan metode POQ diketahui kuantitas pembelian yang optimal untuk perusahaan adalah 50.269 kg per 12 kali pemesanan, dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 205.114.823 dan dengan frekuensi pembelian sebanyak 12 kali pemesanan per satu periode, sedangkan berdasarkan analisa yang telah dilakukan menggunakan LFL diketahui kuantitas pembelian yang optimal untuk perusahaan adalah Rp. 50.000 kg per 12 kali pemesanan, dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 54.600.000 dan dengan frekuensi pembelian sebanyak 12 kali pemesanan per satu periode. Kata Kunci: Pengendalian bahan baku EOQ, POQ, LFL. =990 ##$$a 266/TA TIA 2018