=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000009844 =990 ##$$a 163/TA TKM 2023 =005 20231113013348 =035 ##$$a 0010-1123000066 =007 ta =008 231113################|##########|#|## =082 ##$$a (R)2023 TA-TKM 818 =084 ##$$a (R)2023 TA-TKM 818 JAE p =100 1#$$a JAELANI, Khaerunnisa Nur =245 1#$$a Pengaruh Penambahan Koagulan Biji Asam Jawa dan Biji Pepaya Terhadap Nilai COD dan DO Limbah Komunal KIMA : $b Tugas Akhir /$c Khaerunnisa Nur Jaelani (20TKM490) =250 ##$$a 2023 =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2023 =300 ##$$a xii + 38 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 21 x 29 cm.$e Bibliografi;Lampiran =650 #4$$a Tugas Akhir TKM 2023 =856 ##$$a OPAC (TA TKM 2023) =520 ##$$a ABSTRAK KHAERUNNISA NUR JAELANI. 2023 Pengaruh Penambahan Koagulan Biji Asam Jawa dan Biji Pepaya Terhadap Nilai COD dan DO Limbah Komunal KIMA. Di bawah bimbingan SARIWAHYUNI sebagai Pembimbing I dan DWI SETYORINI sebagai Pembimbing II Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada PT. KIMA bertanggung jawab atas proses penghilangan zat/bahan kontaminan dari air limbah baik limbah buangan (effluent) industri maupun domestik. Proses pengolahan limbah dilakukan secara fisika-biologis dengan metode penyaringan, sedimentasi dan aerasi Peningkatan jumlah limbah sebanding dengan berat beban kinerja IPAL sehingga perlu dilakukan pengembangan metode pengolahan. Pengolahan secara kimiawi melalui penambahan koagulan belum dilakukan pada IPAL PT. KIMA. Salah satu koagulan yang dapat digunakan adalah koagulan alami yang berasal dari tanaman Koagulan alami bersifat biodegradable, ramah lingkungan, aman terhadap kesehatan manusia dan ekonomis. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai koagulan yaitu biji asam jawa dan biji pepaya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya terhadap nilai COD dan DO limbah komunal KIMA, dilakukan di Laboratorium Lingkungan PT. Sucofindo Makassar dan Laboratorium WWTP PT. KIMA pada tanggal 26 Iuli - 4 Agustus 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan perlakuan penggunaan biji asam jawa dan biji pepaya sebagai koagulan terhadap parameter COD dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan kenaikan nilai DO yaitu dengan ratio terbaik pada dosis koagulan 1:3, dimana nilai COD sebesar 21.04 mg / 1 dan nilai DO sebesar 3.84mg / L yang telah memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2010 dan kebijakan yang dipersyaratkan oleh PT. KIMA. Kata Kunci: Limbah Kornunal, Koagulan, Biji Asam Jawa, Biji Pepaya