=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000000999 =990 ##$$a 167/TA TIA 2021 =005 20220602124337 =035 ##$$a 0010-1221000222 =245 1#$$a Penerapan Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam Menentukan Strategi Bauran Pemasaran Mesin Elevator Beras (Studi Kasus : UD. Naga Mas Parepare) : $b Tugas Akhir /$c Muh. Ammar Fauzan H. Kamaruddin =100 1#$$a KAMARUDDIN, Muh. Ammar Fauzan H =250 ##$$a 2021 =300 ##$$a xii, 55 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20,5x28,5 cm =856 ##$$a OPAC (Rak TA TIA 2021) =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2021 =082 ##$$a (R)2021 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2021 TA-TIA 818 KAM p =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2021 =008 220602################|##########|#|## =520 ##$$a UD. Naga Mas adalah perusahaan yang memproduksi mesin pengolah beras yang telah berdiri sejak tahun 1996. Pada dua tahun terakhir perusahaan mengalami penurunan volume penjualan dimana penurunan ini terjadi karena beberapa faktor seperti semakin banyaknya pesaing, terjadinya pandemic dan kurangnya tenaga penjualan. Penurunan volume penjualan dapat dilihat dari data penjualan mesin elevator beras yang dimana mesin elevator beras adalah produk yang paling sering dibeli oleh pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria dan sub kriteria yang menjadi prioritas dalam menyusun strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan mesin elevator beras. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dan menganalisa data dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot dan menentukan prioritas pada masing-masing kriteria dan subkriteria yang menjadi unsur dalam penyusunan strategi bauran pemasaran pada UD. Naga Mas dalam meningkatkan volume penjualan mesin elevator beras. Adapun Kriteria yang digunakan ialah 4P (Product, Price, Place, Promotion). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kriteria bauran pemasaran yang menjadi prioritas utama dalam menyusun strategi pemasaran mesin elevator beras pada UD. Naga Mas dengan berturut-turut adalah promosi, harga, produk, tempat dengan bobot 0.63, 0.20, 0.12, 0.06. Adapun prioritas utama dalam strategi bauran pemasaran ialah tenaga penjualan dimana tenaga penjualan adalah sub