=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000009753 =990 ##$$a 70/TA TIA 2023 =005 20231030094834 =035 ##$$a 0010-1023000171 =007 ta =008 231030################|##########|#|## =082 ##$$a (R)2023 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2023 TA-TIA 818 MAL i =100 1#$$a MALIK, Muh. Farhan Fauzan =245 1#$$a Identifikasi Penyebab Kecacatan Plywood Menggunakan Metode FMEA dan FTA Studi Kasus PT. Sumber Graha Sejahtera Kabupaten Luwu : $b Tugas Akhir /$c Muh. Farhan Fauzan Malik (20TIA632) =250 ##$$a 2023 =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2023 =300 ##$$a xi + 34 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 20,5 x 29 cm.$e Bibliografi;Lampiran =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2023 =856 ##$$a OPAC (TA TIA 2023) =520 ##$$a ABSTRAK Muh. Farhan Fauzan Malik, 2023. Identifikasi Penyebab Kecacatan Plywood Menggunakan Metode FMEA dan FTA pada PT Sumber Graha Sejahtera. Dibawah bimbingan Bapak H. Abdul Samad sebagai Pembimbing I dan Ibu Della Ginza Ramadhan sebagai Pembimbing II. PT Sumber Graha Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri plywood. Produk plywood ini banyak diminati hingga ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Inggris dan Amerika Serikat. Namun pada proses pengolahannya masih ditemukan cacat pada plywood. Oleh sebab itu, dilakukan identifikasi penyebab kecacatan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk melihat prioritas dari penyebab- penyebab kecacatan dan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mencari akar dari permasalahan yang terjadi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh penyebab kecacatan produk plywood dengan nilai RPN tertinggi yaitu jenis kecacatan berupa plywood Cacat Dimensi pada proses pengeringan yang disebabkan oleh suhu yang terlalu tinggi dan waktu yang tidak sesuai dengan SOP yang ada sehingga veneer mengalami penyusutan dikarenakan kadar air yang terkandung tidak merata. Oleh sebab itu diberikan usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memberikan arahan terkait SOP yang telah ditetapkan, melakukan pelatihan terkait kualitas kayu dan kesadaran pentingnya menerapkan SOP, dan melakukan monitoring karyawan dengan Form Monitoringuntuk memantau kinerja karyawan. Kata Kunci: Kecacatan, Produk, FMEA, FTA