=LDR 00000nam 2200000 4500 =990 ##$$a 46/TA TIA 2023 =001 INLIS000000000009668 =005 20231013020551 =035 ##$$a 0010-1023000086 =007 ta =008 231013################|##########|#|## =082 ##$$a (R)2023 TA-TIA 818 =084 ##$$a (R)2023 TA-TIA 818 SYA p =100 #$$a SYAHRANI Fadhilah =245 1#$$a Penentuan Harga Pokok Produksi Tempe Dengan Metode Full Costing Pada IKM Jabug di Kabupaten Soppeng : $b Tugas Akhir /$c Syahrani Fadhilah (20TIA681) =250 ##$$a 2023 =260 ##$$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2023 =300 ##$$a xi + 46 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 20,5 x 29,5 cm.$e Bibliografi;Lampiran =650 #4$$a Tugas Akhir TIA 2023 =856 ##$$a OPAC (TA TIA 2023) =520 ##$$a ABSTRAK SYAHRANI FADHILAH. 2023. Penentuan Harga Pokok Produksi Tempe Dengan Metode Full Costing Pada IKM Jabug Di Kabupaten Soppeng. Dibawah bimbingan Ibu Andi Velahyati Baharuddin, ST., MT sebagai pembimbing I dan Ibu A. Dian Sry Rezki Natsir, MSM sebagai pembimbing II. IKM Jabug merupakan salah satu IKM (Industri Kecil Menengah) yang bergerak dibidang industri pangan, produksi tempe dan tahu. Dalam menentukan perhitungan harga pokok produksi tempe, perusahaan menggunakan metode manual perusahaan atau perhitungan biaya produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi langsung, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel. Namun, metode manual perusahaan sulit menghitung pembebanan overhead. Sehingga, adanya kemungkinan kesalahan dalam penentuan harga jual menjadi tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing pada IKM Jabug. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis data yang dilakukan menghitung harga pokok produksi dengan metode full costing. Berdasarkan hasil penelitian, dengan menggunakan metode manual perusahaan menghasilkan keuntungan sebanyak Rp. 7.429.626, namun keuntungan ini bersifat semu sedangkan harga pokok tempe dengan menggunakan full costing mengalami kerugian sebanyak Rp. 86 dengan jumlah produk yang dihasilkan sebanyak 19198 bungkus, sehingga kerugian yang dialami perusahaan sebesar Rp. 1.653.166 atau 2%. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Full Costing, Variable Costing, Industri Kecil Menengah, Tempe