Detail Katalog

ID: 6499
Cover Identifikasi Ketidaksesuaian Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada IKM Pengolahan Tempe Tradisional di Makassar :  Tugas Akhir / Sarwan

Identifikasi Ketidaksesuaian Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada IKM Pengolahan Tempe Tradisional di Makassar : Tugas Akhir / Sarwan

Edisi: 2020

Pengarang:
SARWAN
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar-Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2020
Subjek
Tugas Akhir TIA 2020
Deskripsi Fisik:
x, 36 halaman : gambar; tabel ; 20,5x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2020 TA-TIA 818 SAR i
Control Number:
INLIS000000000006207
BIB ID:
0010-0622000068
Catatan
IKM Pengolahan Tempe Tradisonal merupakan salah Industri Kecil dan Menengah bagian dari usaha rumah tangga yang dikelola secara sederhana, dan masih terbatas dalam pengelolaannya. Pekerja dalam melakukan proses produksi secara manual tanpa mengenakan atribut pakaian memasak yang baik mengakibatkan adanya risiko masuknya kotoran bersifat fisik dan biologis yang masuk kedalam makanan. Pekerja belum mengetahui dampak yang diakibatkan apabila menghasilkan produk makanan tanpa mementingkan kebersihan diri. Oleh karena itu, penelitiaan ini dilakukan untuk mengendalikan kualitas proses produksi pada IKM Pengolahan Tempe Tradisonal dengan menerapkan pedoman Good Manufacturing Practices (GMP) Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwa masih ada beberapa aspek GMP yang dinilai memiliki penyimpangan kurang serius hingga serius: Lokasi dikategorikan sebagai minor yang artinya tingkat penyimpangan yang kurang serius dan tidak menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan produk Bagunan dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan. Fasilitas sanitasi dikategorikan sebagai serius yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan produk dan harus segara ditindak lanjuti. Pengawasan proses dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan Karyawan dikategorikan sebagai serius yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan produk dan harus segara ditindak lanjuti . Penyimpanan dikategorikan sebagai minor yang artinya tingkat penyimpangan yang kurang serius. Pemeliharaan dan program sanitasi dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan risiko terhadap kualitas pangan produk dan Pelatihan dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan risiko terhadap kualitas pangan produk Rekomendasi perbaikan yang diusulkan yaitu dengan menyediakan rak susun
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T208310277 (R)2020 TA-TIA 818 SAR i Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000006207 1
005 _ _ 20220604052541 2
035 # # $a 0010-0622000068 3
245 1 # $a Identifikasi Ketidaksesuaian Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada IKM Pengolahan Tempe Tradisional di Makassar : $b Tugas Akhir /$c Sarwan 4
100 _ # $a SARWAN 5
250 # # $a 2020 6
300 # # $a x, 36 halaman : $b gambar; tabel ; $c 20,5x29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TIA 2020) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar-Teknik Industri Agro,$c 2020 9
082 # # $a (R)2020 TA-TIA 818 10
084 # # $a (R)2020 TA-TIA 818 SAR i 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TIA 2020 12
520 # # $a IKM Pengolahan Tempe Tradisonal merupakan salah Industri Kecil dan Menengah bagian dari usaha rumah tangga yang dikelola secara sederhana, dan masih terbatas dalam pengelolaannya. Pekerja dalam melakukan proses produksi secara manual tanpa mengenakan atribut pakaian memasak yang baik mengakibatkan adanya risiko masuknya kotoran bersifat fisik dan biologis yang masuk kedalam makanan. Pekerja belum mengetahui dampak yang diakibatkan apabila menghasilkan produk makanan tanpa mementingkan kebersihan diri. Oleh karena itu, penelitiaan ini dilakukan untuk mengendalikan kualitas proses produksi pada IKM Pengolahan Tempe Tradisonal dengan menerapkan pedoman Good Manufacturing Practices (GMP) Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwa masih ada beberapa aspek GMP yang dinilai memiliki penyimpangan kurang serius hingga serius: Lokasi dikategorikan sebagai minor yang artinya tingkat penyimpangan yang kurang serius dan tidak menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan produk Bagunan dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan. Fasilitas sanitasi dikategorikan sebagai serius yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan produk dan harus segara ditindak lanjuti. Pengawasan proses dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan Karyawan dikategorikan sebagai serius yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan resiko terhadap kualitas pangan produk dan harus segara ditindak lanjuti . Penyimpanan dikategorikan sebagai minor yang artinya tingkat penyimpangan yang kurang serius. Pemeliharaan dan program sanitasi dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan risiko terhadap kualitas pangan produk dan Pelatihan dikategorikan sebagai mayor yang artinya tingkat penyimpangan yang dapat menyebabkan risiko terhadap kualitas pangan produk Rekomendasi perbaikan yang diusulkan yaitu dengan menyediakan rak susun 13
008 _ _ 220604################|##########|#|## 14
990 # # $a 277/TA TIA 2020 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 03 Jun 2022
Export