Detail Katalog

ID: 571
Cover Penerapan HACCP Sebagai Model Kendali dan Penjaminan Mutu Produksi Pangan pada IKM Usaha Mandiri Pabrik Tahu di Kota Makassar :  Tugas Akhir / Fhirda Yanti

Penerapan HACCP Sebagai Model Kendali dan Penjaminan Mutu Produksi Pangan pada IKM Usaha Mandiri Pabrik Tahu di Kota Makassar : Tugas Akhir / Fhirda Yanti

Edisi: 2021

Pengarang:
FHIRDA Yanti
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir TIA 2021
Deskripsi Fisik:
xi, 45 halaman : Tabel, gambar ; 20,5x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-TIA 818 FHI p
Control Number:
INLIS000000000000567
BIB ID:
0010-1121000120
Catatan
Fhirda Yanti, 2021, hazard analysis andcritical control point (HACCP) sebagai model kendali dan penjaminan mutu produksi pangan di Industri Kecil Menengah usaha mandiri pabrik tahu. Dibawah bimbingan bapak H. Abdul samad, selaku pembimbing I dan Ibu Della Ginza Ramadhan, selaku pembimbing II. Industri Kecil Menengah (IKM) Usaha Mandiri Pabrik Tahu yang terletak di JL. Maccini parang kota makassar yaitu ikm yang memproduksi tahu. Proses produksi tahu sebaiknya menggunakan perlengkapan yang menjamin keamanan pangan, tetapi hal ini tidak diterapkan oleh pekerja pada IKM pabrik tahu tersebut, sehingga keamanan pangan tidak terjamin akibat kontaminasi antara pekerja dan pangan. IKM pabrik tahu perlu menerapkan konsep HACCP yang tepat untuk meminimalkan kontaminasi antara pekerja dan bahan pangan. Hasil analisa penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) berupa lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, pengawasan proses, karyawan, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi. Sedangkan Sanitation Operation Procedur (SSOP) ditemukan masalah berupa keamanan air, kondisi permukaan yang kontak dengan makanan, pencegahan kontaminasi silang, kebersihan pekerja, pengendalian kesehatan karyawan, dan pemberantas hama yang dimana titik kendali kritis yang ada dipabrik tahu ini yaitu pada saat perebusan kedelai, dan penggilingan. pada proses produksi sering terjadi kontaminasi fisik berupa debu, dan serangga dan kontaminasi bilogis berupa bakteri-bakteri yang ada disekitar kemudian menetapkan batas kritis pada sertiap titik kendali kritis. Hasil penelitian di IKM usaha mandiri pabrik tahu berhasil menentukan batas kritis atau rekomendasi untuk bahaya fisik yaitu penjadwalan pembersihan tempat perebusan dan lap khusus untuk membersihkan wadah, sedangkan untuk bahaya biologis adalah dengan menggunakan pelindung berupa masker, sarung tangan, penutup kepala, dan baju khusus untuk menyerap keringat.
Kata kunci : GMP, SSOP, HACCP
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218310116 (R)2021 TA-TIA 818 FHI p Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000567 1
005 _ _ 20220912022932 2
035 # # $a 0010-1121000120 3
245 1 # $a Penerapan HACCP Sebagai Model Kendali dan Penjaminan Mutu Produksi Pangan pada IKM Usaha Mandiri Pabrik Tahu di Kota Makassar : $b Tugas Akhir /$c Fhirda Yanti 4
100 _ # $a FHIRDA Yanti 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xi, 45 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20,5x29 cm 7
856 # # $a OPAC (Rak TA TIA 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-TIA 818 FHI p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TIA 2021 12
008 _ _ 220912################|##########|#|## 13
520 # # $a Fhirda Yanti, 2021, hazard analysis andcritical control point (HACCP) sebagai model kendali dan penjaminan mutu produksi pangan di Industri Kecil Menengah usaha mandiri pabrik tahu. Dibawah bimbingan bapak H. Abdul samad, selaku pembimbing I dan Ibu Della Ginza Ramadhan, selaku pembimbing II. Industri Kecil Menengah (IKM) Usaha Mandiri Pabrik Tahu yang terletak di JL. Maccini parang kota makassar yaitu ikm yang memproduksi tahu. Proses produksi tahu sebaiknya menggunakan perlengkapan yang menjamin keamanan pangan, tetapi hal ini tidak diterapkan oleh pekerja pada IKM pabrik tahu tersebut, sehingga keamanan pangan tidak terjamin akibat kontaminasi antara pekerja dan pangan. IKM pabrik tahu perlu menerapkan konsep HACCP yang tepat untuk meminimalkan kontaminasi antara pekerja dan bahan pangan. Hasil analisa penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) berupa lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, pengawasan proses, karyawan, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi. Sedangkan Sanitation Operation Procedur (SSOP) ditemukan masalah berupa keamanan air, kondisi permukaan yang kontak dengan makanan, pencegahan kontaminasi silang, kebersihan pekerja, pengendalian kesehatan karyawan, dan pemberantas hama yang dimana titik kendali kritis yang ada dipabrik tahu ini yaitu pada saat perebusan kedelai, dan penggilingan. pada proses produksi sering terjadi kontaminasi fisik berupa debu, dan serangga dan kontaminasi bilogis berupa bakteri-bakteri yang ada disekitar kemudian menetapkan batas kritis pada sertiap titik kendali kritis. Hasil penelitian di IKM usaha mandiri pabrik tahu berhasil menentukan batas kritis atau rekomendasi untuk bahaya fisik yaitu penjadwalan pembersihan tempat perebusan dan lap khusus untuk membersihkan wadah, sedangkan untuk bahaya biologis adalah dengan menggunakan pelindung berupa masker, sarung tangan, penutup kepala, dan baju khusus untuk menyerap keringat. Kata kunci : GMP, SSOP, HACCP 14
990 # # $a 116/TA TIA 2021 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name