Detail Katalog

ID: 539
Cover Pengaruh Penambahan Kalium Hidroksida (KOH) Terhadap Kadar FFA, Kadar Air dan pH Sabur Cair yang Berbahan Dasar Minyak Jelantah :  Tugas Akhir / Yein (18TKM351); Sariwahyuni; Syardah Ugra Al Adawiyah

Pengaruh Penambahan Kalium Hidroksida (KOH) Terhadap Kadar FFA, Kadar Air dan pH Sabur Cair yang Berbahan Dasar Minyak Jelantah : Tugas Akhir / Yein (18TKM351); Sariwahyuni; Syardah Ugra Al Adawiyah

Edisi: 2021

Pengarang:
YEIN
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir TKM 2021
Deskripsi Fisik:
xii, 27 halaman : Tabel, gambar, grafik ; 20,5x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-TKM 818 YEI p
Control Number:
INLIS000000000000537
BIB ID:
0010-1121000090
Catatan
Produksi minyak kelapa sawit di Indonesia terus meningkat yang mengakibatkan produksi limbah rumah tangga berupa minyak jelantah semakin meningkat pula. Produksi minyak jelantah berkisar 6,46 – 9,72 juta kilo liter per tahun. Limbah minyak jelantah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan langkah untuk mengatasi hal tersebut yaitu memanfaatkan kembali limbah minyak jelantah dengan menjadikan produk berbasis minyak seperti sabun cair dengan menggunakan pereaksi kalium hidroksida (KOH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kalium hidroksida (KOH) terhadap kualitas sabun cair dengan parameterkadar asam lemak bebas (free fatty acid), kadar air dan derajat keasaman (pH). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021 dengan menggunakan jenis penelitian eksperimental. Data dikumpulkan melalui pengujian kadar FFA, kadar air dan pH untuk mengetahui kualitas sabun cair yang dihasilkan memenuhi standar mutu sabun cair berdasarkan Badan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI 06-3532-1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi KOH 0.1 N, 0.2 N, 0.3 N dan 0.4 N untuk kadar FFA yang dihasilkan masing-masing yaitu 0.30 %, 0.41 %, 0.50 % dan 0.62 %. Untuk kadar air yang dihasilkan masing-masing yaitu 14..59 %, 10.98 %, 8.47 % dan 4.43 %. Sedangkan untuk pH yang dihasilkan masing-masing yaitu 9, 10, 12 dan 13. Nilai kadar FFA, kadar air telah sesuai dengan SNI 06-3532-1994, kecuali untuk nilai pH pada konsentrasi kalium hidroksida (KOH) 0.4 N.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218340060 (R)2021 TA-TKM 818 YEI p Baca di tempat Ruang Referensi Dibaca
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000537 1
005 _ _ 20250107122839 2
035 # # $a 0010-1121000090 3
245 1 # $a Pengaruh Penambahan Kalium Hidroksida (KOH) Terhadap Kadar FFA, Kadar Air dan pH Sabur Cair yang Berbahan Dasar Minyak Jelantah : $b Tugas Akhir /$c Yein (18TKM351); Sariwahyuni; Syardah Ugra Al Adawiyah 4
100 _ # $a YEIN 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xii, 27 halaman : $b Tabel, gambar, grafik ; $c 20,5x29 cm 7
856 # # $a OPAC (TA TKM 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-TKM 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-TKM 818 YEI p 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TKM 2021 12
008 _ _ 250107################|##########|#|## 13
520 # # $a Produksi minyak kelapa sawit di Indonesia terus meningkat yang mengakibatkan produksi limbah rumah tangga berupa minyak jelantah semakin meningkat pula. Produksi minyak jelantah berkisar 6,46 – 9,72 juta kilo liter per tahun. Limbah minyak jelantah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan langkah untuk mengatasi hal tersebut yaitu memanfaatkan kembali limbah minyak jelantah dengan menjadikan produk berbasis minyak seperti sabun cair dengan menggunakan pereaksi kalium hidroksida (KOH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kalium hidroksida (KOH) terhadap kualitas sabun cair dengan parameterkadar asam lemak bebas (free fatty acid), kadar air dan derajat keasaman (pH). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021 dengan menggunakan jenis penelitian eksperimental. Data dikumpulkan melalui pengujian kadar FFA, kadar air dan pH untuk mengetahui kualitas sabun cair yang dihasilkan memenuhi standar mutu sabun cair berdasarkan Badan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI 06-3532-1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi KOH 0.1 N, 0.2 N, 0.3 N dan 0.4 N untuk kadar FFA yang dihasilkan masing-masing yaitu 0.30 %, 0.41 %, 0.50 % dan 0.62 %. Untuk kadar air yang dihasilkan masing-masing yaitu 14..59 %, 10.98 %, 8.47 % dan 4.43 %. Sedangkan untuk pH yang dihasilkan masing-masing yaitu 9, 10, 12 dan 13. Nilai kadar FFA, kadar air telah sesuai dengan SNI 06-3532-1994, kecuali untuk nilai pH pada konsentrasi kalium hidroksida (KOH) 0.4 N. 14
990 # # $a 60/TA TKM 2021 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 23 Nov 2021
Export