Detail Katalog

ID: 537
Cover Analisis Kadar Hidrogen Sulfida (H2S) dalam Non Condensable Gas (NCG) PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong :  Tugas Akhir / Sartika

Analisis Kadar Hidrogen Sulfida (H2S) dalam Non Condensable Gas (NCG) PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong : Tugas Akhir / Sartika

Edisi: 2021

Pengarang:
SARTIKA
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2021
Subjek
Tugas Akhir TKM 2021
Deskripsi Fisik:
xi, 22 halaman : Tabel, gambar ; 20x29 cm
Nomor Panggil:
(R)2021 TA-TKM 818 SAR a
Control Number:
INLIS000000000000535
BIB ID:
0010-1121000088
Catatan
PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik dengan menggunakan sumber daya alam panas bumi. Salah satu alat yang digunakan dalam pemisahaan uap dan brine yaitu scrubber. Dalam scrubber terdapat gas buangan yaitu NCG, Non condensable gas (NCG) adalah komponen alami dari fluida panas bumi dan merupakan gas yang tidak dapat di kondensasikan lagi, beberapa unsur yang terdapat dalam NCG yaitu Ar, O2, N2, CH4, CO2, NH3 dan H2S. Salah satu unsur yang terdapat dalam NCG yang berbahaya yaitu Hidrogen sulfida (H2S). H2S merupakan gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk, untuk menghitung kadar hidrogen sulfida dalam NCG, dengan penambahan seng asetat sebagai pengikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar H2S yang terkandung dalam NCG. Penelitian ini di lakukan pada tanggal 3 Mei sampai dengan 31 Mei 2021. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dan data diperoleh dari pengujian pada unit 3 PT.Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, didapatkan kadar hidrogen sulfide (H2S) yaitu, yaitu 0,216%, 0,215%, 0,309% , 0,313% dan 0,372%. Dari nilai yang didapatkan sudah mendekati standar kadar dari H2S yaitu 0,5%, dapat disimpulkan bahwa seng asetat dapat dijadikan sebagai adsorben untuk mengikat H2S dalam non condesabel gas dan kadar H2S masih dalam batas wajar karena tidak melebihi standar yaitu 0,5%.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
T218340081 (R)2021 TA-TKM 818 SAR a Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000000535 1
005 _ _ 20220513042441 2
035 # # $a 0010-1121000088 3
245 1 # $a Analisis Kadar Hidrogen Sulfida (H2S) dalam Non Condensable Gas (NCG) PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong : $b Tugas Akhir /$c Sartika 4
100 _ # $a SARTIKA 5
250 # # $a 2021 6
300 # # $a xi, 22 halaman : $b Tabel, gambar ; $c 20x29 cm 7
856 # # $a OPAC (TA TKM 2021) 8
260 # # $a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,$c 2021 9
082 # # $a (R)2021 TA-TKM 818 10
084 # # $a (R)2021 TA-TKM 818 SAR a 11
650 # 4 $a Tugas Akhir TKM 2021 12
008 _ _ 220513################|##########|#|## 13
520 # # $a PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik dengan menggunakan sumber daya alam panas bumi. Salah satu alat yang digunakan dalam pemisahaan uap dan brine yaitu scrubber. Dalam scrubber terdapat gas buangan yaitu NCG, Non condensable gas (NCG) adalah komponen alami dari fluida panas bumi dan merupakan gas yang tidak dapat di kondensasikan lagi, beberapa unsur yang terdapat dalam NCG yaitu Ar, O2, N2, CH4, CO2, NH3 dan H2S. Salah satu unsur yang terdapat dalam NCG yang berbahaya yaitu Hidrogen sulfida (H2S). H2S merupakan gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk, untuk menghitung kadar hidrogen sulfida dalam NCG, dengan penambahan seng asetat sebagai pengikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar H2S yang terkandung dalam NCG. Penelitian ini di lakukan pada tanggal 3 Mei sampai dengan 31 Mei 2021. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dan data diperoleh dari pengujian pada unit 3 PT.Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, didapatkan kadar hidrogen sulfide (H2S) yaitu, yaitu 0,216%, 0,215%, 0,309% , 0,313% dan 0,372%. Dari nilai yang didapatkan sudah mendekati standar kadar dari H2S yaitu 0,5%, dapat disimpulkan bahwa seng asetat dapat dijadikan sebagai adsorben untuk mengikat H2S dalam non condesabel gas dan kadar H2S masih dalam batas wajar karena tidak melebihi standar yaitu 0,5%. 14
990 # # $a 81/TA TKM 2021 1
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 23 Nov 2021
Export