Detail Katalog

ID: 10481
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

Ekstraksi Zat Warna Kayu Sappang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Indikator Asam Basa : Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM / Dra. Suryani, MSi. (1287880881); Adinda Tri Handayani (104832)

Edisi: 2013

Pengarang:
SURYANI ; Adinda Tri Handayani
Penerbit:
Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik Kimia Industri,
Tempat Terbit:
Makassar :
Tahun Terbit:
2013
Subjek
Laporan Penelitian TKI 2024
Deskripsi Fisik:
vii + 10 halaman : Tabel;Gambar ; 21,5 x 29,8 cm. Bibliografi;Lampiran
Nomor Panggil:
(R)2024 LPN-13 818 SUR e
Control Number:
INLIS000000000010101
BIB ID:
0010-0124000063
Catatan
ABSTRAK

Saat ini laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan beraneka ragam kebutuhan bahan baku belum dimanfaatkan sepenuhnya. Untuk itu diperlukan usaha-usaha yang lebih insentif dari manusia guna meningkatkan sumberdaya alam, khususnya sumber daya alam kimiawi yang terkandung dalam tanaman. Seperti halnya zat warna indikator alami yang terdapat pada: bunga kembang sepatu, bougenvil, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan basa, begitupula halnya penelitian yang telah kami lakukan bertujuan mengekstraksi zat warna kayu sappang untuk digunakan sebagai indikator asam dan basa.

Metode penelitian dilakukan dengan ekstraksi zat warna kayu sappang baik cara panas maupun cara dingin dengan menggunakan berbagai jenis pelarut kimia, kemudian mengaplikasikannya ke dalam titrasi asam dan basa untuk menentukan trayek pH.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas pelarut air memberikan hasil ekstraksi zat warna kayu sappang paling baik baik dengan volume ekstrak 350 ml disusul pelarut pelarut lainnya etanol, metanol, etil asetat, aseton, dan n-heksana berturut-turut adalah 150,25, 100, 50 dan 50 ml. Setelah digunakan dalam titrasi asam dan basa indikator ini memberikan trayek pH 3,4 berwarna kuning dalam senyawa asam dan pH 6,2 berwarna merah dalam senyawa basa, indikator ini memberikan kemiripan dengan indikator Metil Merah, namun trayek pH zat warna alami ini lebih melebar dari Metil Merah.

Kata Kunci: Ekstraksi, Kayu Sappang, Pelarut, Zat Warna, Indikator, Asam Basa.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
L248360003 (R)2024 LPN-13 818 SUR e.1 Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
L248360004 (R)2024 LPN-13 818 SUR e.2 Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
L248360005 (R)2024 LPN-13 818 SUR e.3 Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
L248360006 (R)2024 LPN-13 818 SUR e.4 Baca di tempat Ruang Referensi Tersedia
Format MARC21 - Total 22 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000010101 1
005 _ _ 20240129011549 2
035 # # $a 0010-0124000063 3
005 _ _ 20240129125912 4
035 # # $a 0010-0124000063 5
007 _ _ ta 6
008 _ _ 240129################|##########|#|## 7
082 # # $a (R)2024 LPN-13 818 8
084 # # $a (R)2024 LPN-13 818 SUR e 9
100 _ # $a SURYANI 10
245 1 # $a Ekstraksi Zat Warna Kayu Sappang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Indikator Asam Basa : $b Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM /$c Dra. Suryani, MSi. (1287880881); Adinda Tri Handayani (104832) 11
250 # # $a 2013 12
260 # # $a Makassar :$b Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik Kimia Industri,$c 2013 13
300 # # $a vii + 10 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 21,5 x 29,8 cm.$e Bibliografi;Lampiran 14
650 # 4 $a Laporan Penelitian TKI 2024 15
700 _ # $a Adinda Tri Handayani 16
520 # # $a ABSTRAK Saat ini laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan beraneka ragam kebutuhan bahan baku belum dimanfaatkan sepenuhnya. Untuk itu diperlukan usaha-usaha yang lebih insentif dari manusia guna meningkatkan sumberdaya alam, khususnya sumber daya alam kimiawi yang terkandung dalam tanaman. Seperti halnya zat warna indikator alami yang terdapat pada: bunga kembang sepatu, bougenvil, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan basa, begitupula halnya penelitian yang telah kami lakukan bertujuan mengekstraksi zat warna kayu sappang untuk digunakan sebagai indikator asam dan basa. Metode penelitian dilakukan dengan ekstraksi zat warna kayu sappang baik cara panas maupun cara dingin dengan menggunakan berbagai jenis pelarut kimia, kemudian mengaplikasikannya ke dalam titrasi asam dan basa untuk menentukan trayek pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas pelarut air memberikan hasil ekstraksi zat warna kayu sappang paling baik baik dengan volume ekstrak 350 ml disusul pelarut pelarut lainnya etanol, metanol, etil asetat, aseton, dan n-heksana berturut-turut adalah 150,25, 100, 50 dan 50 ml. Setelah digunakan dalam titrasi asam dan basa indikator ini memberikan trayek pH 3,4 berwarna kuning dalam senyawa asam dan pH 6,2 berwarna merah dalam senyawa basa, indikator ini memberikan kemiripan dengan indikator Metil Merah, namun trayek pH zat warna alami ini lebih melebar dari Metil Merah. Kata Kunci: Ekstraksi, Kayu Sappang, Pelarut, Zat Warna, Indikator, Asam Basa. 17
856 # # $a OPAC (LPN TKI 2024) 18
990 # # $a 003/LPN-24 19
990 # # $a 004/LPN-24 20
990 # # $a 005/LPN-24 21
990 # # $a 006/LPN-24 22
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name