Detail Katalog
ID: 10475Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
Pendekatan Lean Manufacturing pada Proses Produksi Butsudan : Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM / Amrin Rapi, ST., MT. (101100514350250); Satriani (114937)
Edisi: 2013
Pengarang:
AMRIN Rapi ; Satriani
AMRIN Rapi ; Satriani
Penerbit:
Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik dan Manajemen Industri,
Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik dan Manajemen Industri,
Tempat Terbit:
Makassar :
Makassar :
Tahun Terbit:
2013
2013
Subjek
Laporan Penelitian T&MI 2024
Deskripsi Fisik:
vii + 7 halaman : Tabel;Gambar ; 21 x 29,5 cm Bibliografi;Lampiran
vii + 7 halaman : Tabel;Gambar ; 21 x 29,5 cm Bibliografi;Lampiran
Nomor Panggil:
(R)2024 LPN-13 818 AMR p
(R)2024 LPN-13 818 AMR p
Control Number:
INLIS000000000010095
INLIS000000000010095
BIB ID:
0010-0124000057
0010-0124000057
Catatan
ABSTRAK
Salah satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu faktor-faktor pemborosan (waste) dalam proses peoduksi. Dengan berkurangnya pemborosan, maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin efisien, sehingga secara otomatis harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin kecil, hal ini perpengaruh pada harga jual yang ditawarkan kepada konsumen. Pendekatan lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan (waste) pada suatu unit produksi dengan melakukan identifikasi pemborosan sepanjang aliran proses produksi serta mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste). Dengan mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste), maka dapat direkomendasikan perbaikan dengan menggunakan konsep laen manufacturing. Dari hasil pembobotan dengan menggunakan AHP diperoleh 3 jenis pemborosan yang paling sering terjadi, yaitu 1. cacat berupa pengecatan dan perakitan yang kurang bagus dan pembengkokan pada towaku. 2. Proses yang tidak sesuai (inappropriate process), yakni setup mesin yang tidak tepat sehingga menyebabkan pengerjaan ulang, dan adanya rotasi operator serta penambahan karyawan yang kurang mendapat pelatihan. 3. Gerakan yang tidak perlu (unnecessary motion), berupa kegiatan membawa komponen ke unit selanjutnya sehingga mesin menganggur dan adanya kegiatan tambahan yakni mengukur kembali komponen.
Kata kunci: Lean Manufacturing, proses produksi, butsudan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu faktor-faktor pemborosan (waste) dalam proses peoduksi. Dengan berkurangnya pemborosan, maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin efisien, sehingga secara otomatis harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin kecil, hal ini perpengaruh pada harga jual yang ditawarkan kepada konsumen. Pendekatan lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan (waste) pada suatu unit produksi dengan melakukan identifikasi pemborosan sepanjang aliran proses produksi serta mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste). Dengan mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste), maka dapat direkomendasikan perbaikan dengan menggunakan konsep laen manufacturing. Dari hasil pembobotan dengan menggunakan AHP diperoleh 3 jenis pemborosan yang paling sering terjadi, yaitu 1. cacat berupa pengecatan dan perakitan yang kurang bagus dan pembengkokan pada towaku. 2. Proses yang tidak sesuai (inappropriate process), yakni setup mesin yang tidak tepat sehingga menyebabkan pengerjaan ulang, dan adanya rotasi operator serta penambahan karyawan yang kurang mendapat pelatihan. 3. Gerakan yang tidak perlu (unnecessary motion), berupa kegiatan membawa komponen ke unit selanjutnya sehingga mesin menganggur dan adanya kegiatan tambahan yakni mengukur kembali komponen.
Kata kunci: Lean Manufacturing, proses produksi, butsudan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
L248360043 |
(R)2024 LPN-13 818 AMR p.1 |
Baca di tempat | Ruang Referensi | Tersedia |
L248360044 |
(R)2024 LPN-13 818 AMR p.2 |
Baca di tempat | Ruang Referensi | Tersedia |
L248360075 |
(R)2024 LPN-13 818 AMR p.3 |
Baca di tempat | Ruang Referensi | Tersedia |
Format MARC21 - Total 23 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000010095 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20240206010018 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0124000057 | 3 |
| 005 | _ |
_ |
20240125123354 | 4 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0124000057 | 5 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0124000057 | 6 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0124000057 | 7 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 8 |
| 008 | _ |
_ |
240206################|##########|#|## | 9 |
| 100 | _ |
# |
$a AMRIN Rapi | 10 |
| 245 | 1 |
# |
$a Pendekatan Lean Manufacturing pada Proses Produksi Butsudan : $b Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM /$c Amrin Rapi, ST., MT. (101100514350250); Satriani (114937) | 11 |
| 250 | # |
# |
$a 2013 | 12 |
| 260 | # |
# |
$a Makassar :$b Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik dan Manajemen Industri,$c 2013 | 13 |
| 300 | # |
# |
$a vii + 7 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 21 x 29,5 cm$e Bibliografi;Lampiran | 14 |
| 650 | # |
4 |
$a Laporan Penelitian T&MI 2024 | 15 |
| 700 | _ |
# |
$a Satriani | 16 |
| 520 | # |
# |
$a ABSTRAK Salah satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu faktor-faktor pemborosan (waste) dalam proses peoduksi. Dengan berkurangnya pemborosan, maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin efisien, sehingga secara otomatis harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin kecil, hal ini perpengaruh pada harga jual yang ditawarkan kepada konsumen. Pendekatan lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan (waste) pada suatu unit produksi dengan melakukan identifikasi pemborosan sepanjang aliran proses produksi serta mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste). Dengan mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste), maka dapat direkomendasikan perbaikan dengan menggunakan konsep laen manufacturing. Dari hasil pembobotan dengan menggunakan AHP diperoleh 3 jenis pemborosan yang paling sering terjadi, yaitu 1. cacat berupa pengecatan dan perakitan yang kurang bagus dan pembengkokan pada towaku. 2. Proses yang tidak sesuai (inappropriate process), yakni setup mesin yang tidak tepat sehingga menyebabkan pengerjaan ulang, dan adanya rotasi operator serta penambahan karyawan yang kurang mendapat pelatihan. 3. Gerakan yang tidak perlu (unnecessary motion), berupa kegiatan membawa komponen ke unit selanjutnya sehingga mesin menganggur dan adanya kegiatan tambahan yakni mengukur kembali komponen. Kata kunci: Lean Manufacturing, proses produksi, butsudan. | 17 |
| 856 | # |
# |
$a OPAC (LPN T&MI 2024) | 18 |
| 082 | # |
# |
$a (R)2024 LPN-13 818 | 19 |
| 084 | # |
# |
$a (R)2024 LPN-13 818 AMR p | 20 |
| 990 | # |
# |
$a 043/LPN-24 | 21 |
| 990 | # |
# |
$a 044/LPN-24 | 22 |
| 990 | # |
# |
$a 075/LPN-24 | 23 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 25 Jan 2024