Detail Katalog
ID: 10287
Perancangan Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus di PT. MARI Sejahtera Indonesia Kabupaten Bone) : Tugas Akhir / Anas Wildan (20TIA617)
Edisi: 2023
Pengarang:
WILDAN, Anas
WILDAN, Anas
Penerbit:
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,
Tempat Terbit:
Makassar :
Makassar :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Tugas Akhir TIA 2023
Deskripsi Fisik:
xi + 65 halaman : Tabel;Gambar ; 20,5 x 29,5 cm. Bibliografi;Lampiran
xi + 65 halaman : Tabel;Gambar ; 20,5 x 29,5 cm. Bibliografi;Lampiran
Nomor Panggil:
(R)2023 TA-TIA 818 WIL p
(R)2023 TA-TIA 818 WIL p
Control Number:
INLIS000000000009908
INLIS000000000009908
BIB ID:
0010-1123000130
0010-1123000130
Catatan
ABSTRAK
ANAS WILDAN. 2023. Perancangan Sistem Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi kasus di PT MARI Sejahtera Indonesia, Kabupaten Bone). Dibawah bimbingan Ibu Arminas selaku pembimbing I dan Bapak Nofias Fajri selaku pembimbing II
PT. MARI Sejahtera Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya rumput laut. Potensi lahan budidaya rumput laut di PT. MARI Sejahtera Indonesia mencapai 17 Ha dengan potensi produksi rumput laut basah sebesar 340 ton. Kemampuan PT. MARI Sejahtera Indonesia untuk melakukan produksi rumput laut kering sebanyak 2 240 kg/ bulan belum bisa memenuhi permintaan pasar yang besar Proses pengeringan pada perusahaan yang masih menggunakan sinar matahari dinilai tidak efektif, karena membutuhkan waktu pengeringan 3-4 hari dengan menggunakan alat konvensional para-para. Metode pengeringan rumput laut seperti ini membutuhkan waktu lama karena tergantung pada cuaca. Hal ini seringkali membuat perusahaan gagal mencapai target produksi. Berdasarkan potensi bahan baku yang ada dan permintaan pasar yang besar, maka perusahaan membutuhkan peningkatan kapasitas produksi terkhusus dibagian proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang alat pengeringan rumput laut. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode QFD didapatkan urutan persentase prioritas yaitu alat pengering rumput laut menggunakan ruang pemanas udara 19,3% (153), memiliki pengontrol suhu 14,7% (116,1), menggunakan mesin dengan daya listrik 1300 watt 14,4% (114,3), berbahan dasar stainless 14,4% (114,3), desain yang ergonomis 9,8% (77,4), berbentuk tabung 9,5% (75,6).
Kata Kunci: Pengering, QFD, Rumput Laut
ANAS WILDAN. 2023. Perancangan Sistem Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi kasus di PT MARI Sejahtera Indonesia, Kabupaten Bone). Dibawah bimbingan Ibu Arminas selaku pembimbing I dan Bapak Nofias Fajri selaku pembimbing II
PT. MARI Sejahtera Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya rumput laut. Potensi lahan budidaya rumput laut di PT. MARI Sejahtera Indonesia mencapai 17 Ha dengan potensi produksi rumput laut basah sebesar 340 ton. Kemampuan PT. MARI Sejahtera Indonesia untuk melakukan produksi rumput laut kering sebanyak 2 240 kg/ bulan belum bisa memenuhi permintaan pasar yang besar Proses pengeringan pada perusahaan yang masih menggunakan sinar matahari dinilai tidak efektif, karena membutuhkan waktu pengeringan 3-4 hari dengan menggunakan alat konvensional para-para. Metode pengeringan rumput laut seperti ini membutuhkan waktu lama karena tergantung pada cuaca. Hal ini seringkali membuat perusahaan gagal mencapai target produksi. Berdasarkan potensi bahan baku yang ada dan permintaan pasar yang besar, maka perusahaan membutuhkan peningkatan kapasitas produksi terkhusus dibagian proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang alat pengeringan rumput laut. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode QFD didapatkan urutan persentase prioritas yaitu alat pengering rumput laut menggunakan ruang pemanas udara 19,3% (153), memiliki pengontrol suhu 14,7% (116,1), menggunakan mesin dengan daya listrik 1300 watt 14,4% (114,3), berbahan dasar stainless 14,4% (114,3), desain yang ergonomis 9,8% (77,4), berbentuk tabung 9,5% (75,6).
Kata Kunci: Pengering, QFD, Rumput Laut
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
T238310199 |
(R)2023 TA-TIA 818 WIL p |
Baca di tempat | Ruang Referensi | Dibaca |
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000009908 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20231121024908 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-1123000130 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
231121################|##########|#|## | 5 |
| 082 | # |
# |
$a (R)2023 TA-TIA 818 | 6 |
| 084 | # |
# |
$a (R)2023 TA-TIA 818 WIL p | 7 |
| 100 | 1 |
# |
$a WILDAN, Anas | 8 |
| 245 | 1 |
# |
$a Perancangan Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus di PT. MARI Sejahtera Indonesia Kabupaten Bone) : $b Tugas Akhir /$c Anas Wildan (20TIA617) | 9 |
| 250 | # |
# |
$a 2023 | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Makassar :$b Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,$c 2023 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a xi + 65 halaman : $b Tabel;Gambar ; $c 20,5 x 29,5 cm.$e Bibliografi;Lampiran | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a Tugas Akhir TIA 2023 | 13 |
| 856 | # |
# |
$a OPAC (TA TIA 2023) | 14 |
| 520 | # |
# |
$a ABSTRAK ANAS WILDAN. 2023. Perancangan Sistem Alat Pengering Rumput Laut Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi kasus di PT MARI Sejahtera Indonesia, Kabupaten Bone). Dibawah bimbingan Ibu Arminas selaku pembimbing I dan Bapak Nofias Fajri selaku pembimbing II PT. MARI Sejahtera Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya rumput laut. Potensi lahan budidaya rumput laut di PT. MARI Sejahtera Indonesia mencapai 17 Ha dengan potensi produksi rumput laut basah sebesar 340 ton. Kemampuan PT. MARI Sejahtera Indonesia untuk melakukan produksi rumput laut kering sebanyak 2 240 kg/ bulan belum bisa memenuhi permintaan pasar yang besar Proses pengeringan pada perusahaan yang masih menggunakan sinar matahari dinilai tidak efektif, karena membutuhkan waktu pengeringan 3-4 hari dengan menggunakan alat konvensional para-para. Metode pengeringan rumput laut seperti ini membutuhkan waktu lama karena tergantung pada cuaca. Hal ini seringkali membuat perusahaan gagal mencapai target produksi. Berdasarkan potensi bahan baku yang ada dan permintaan pasar yang besar, maka perusahaan membutuhkan peningkatan kapasitas produksi terkhusus dibagian proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang alat pengeringan rumput laut. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode QFD didapatkan urutan persentase prioritas yaitu alat pengering rumput laut menggunakan ruang pemanas udara 19,3% (153), memiliki pengontrol suhu 14,7% (116,1), menggunakan mesin dengan daya listrik 1300 watt 14,4% (114,3), berbahan dasar stainless 14,4% (114,3), desain yang ergonomis 9,8% (77,4), berbentuk tabung 9,5% (75,6). Kata Kunci: Pengering, QFD, Rumput Laut | 15 |
| 990 | # |
# |
$a 199/TA TIA 2023 | 1 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 21 Nov 2023