02684 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082002300098084002900121100002500150245023500175250000900410260007000419300007600489650002500565856002300590520183400613990001902447INLIS00000000000938320231206100043 a0010-0923000077ta231206 | | |  a(R)2023 TA-TIA 818 a(R)2023 TA-TIA 818 KHA p0 aKHAIRUNNISA Qurnaini1 aPerhitungan Efektivitas Kinerja Excavator Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Kegiatan Penambangan Limestone PT Topabiring Translogistik Kabupaten Pangkep :bTugas Akhir /cKhairunnisa Qurnaini (20TIA701) a2023 aMakassar :bPoliteknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,c2023 axii + 58 Halaman :bTabel;Gambar ;c20,5 x 29 cm.eBibliografi;Lampiran 4aTugas Akhir TIA 2023 aOPAC (TA TIA 2023) aABSTRAK Khairunnisa Qurnaini, 2023. Perhitungan Efektivitas Kinerja Excavator Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Kegiatan Penambangan Limestone PT Topabiring Translogistik Kabupaten Pangkep. Dibawah bimbingan Bapak H. Abdul Samad sebagai Pembimbing I dan Ibu C. Elisa Martina Katili sebagai Pembimbing II. PT Topabiring Translogistik merupakan salah satu vendor PT Semen Tonasa pada kegiatan penambangan limestone. Salah satu alat mekanis yang digunakan dalam melakukan kegiatan penambangan adalah excavator. Namun, PT Topabiring Translogistik belum mampu mencapai target produksi yang ditetapkan perusahaan. Dimana hasil produksi limestone pada tahun 2022 hanya mencapai 1.793.549 ton dari rencana total produksi sebesar 2.000.000 ton atau hanya tercapai 89,67% dari target produksi. Sedangkan tonase material hasil peledakan limestone sudah maksimal karena hasil produksinya mencapai 2.428.200 ton dengan ukuran fragmentasi < 60 cm. Ukuran fragmentasi ini sudah sesuai dengan ukuran crusher yaitu < 1 m², sehingga memenuhi standar untuk dimuat oleh excavator. Oleh sebab itu dilakukan pengukuran efektivitas kinerja terhadap 3 unit excavator PT Topabiring Translogistik yaitu excavator PC 500, PC 400, dan PC 300 menggunakan metode OEE. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai OEE excavator PC 500 sebesar 75%, PC 400 sebesar 78%, dan PC 300 sebesar 40%. Nilai OEE tersebut belum memenuhi standar nilai OEE yaitu 85%. Maka dilakukan identifikasi penyebab kerugian terbesar dengan Six Big Losses. Melalui Pareto Chart diketahui jenis kerugian terbesar yaitu Speed Losses sehingga diberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas kinerja excavator yaitu, dengan memaksimalkan Preventif Maintenance dan menambah excavator sebanyak 2 unit. Kata Kunci: Efektivitas, Excavator, OEE a18/TA TIA 2023