02140 2200229 4500001002100000005001500021035002000036245020200056100001600258250000900274300007000283856004500353260007000398082002300468084002900491650002500520008003900545520127200584700001001856700002501866990001901891INLIS00000000000094120241122025407 a0010-12210001641 aPenerapan Metode Overall Equipment Effectiveness Dalam Mengukur Kinerja Mesin Meter Arus Pada PT. Pertamina Terminal BBM Parepare :bTugas Akhir /cAndi Sukma (16TIA188); Amrin; Widya Hastuti Afris1 aSUKMA, Andi a2019 axi, 47 halaman :bTabel, gambar ;c20x29 cmebibliografi;lampiran aOPAC (Ruang Referensi - Rak TA TIA 2019) aMakassar :bPoliteknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,c2019 a(R)2019 TA-TIA 818 a(R)2019 TA-TIA 818 SUK p 4aTugas Akhir TIA 2019241122 | | |  aPT.Pertamina Terminal BBM Parepare merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha penyaluran BBM, dalam penyalurannya tidak terlepas dari masalah yang berhubungan dengan kinerja mesin meter arus pengisian BBM. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tumpahan BBM pada proses pengisian BBM, dan sering terjadinya Breakdown mesin meter arus, akibatnya proses penyaluran tidak berjalan dengan baik. Karena adanya tumpahan tersebut dan seringya terjadi kerusakan pada mesin meter arus PT.PERTAMINA TERMINAL BBM PAREPARE mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai OEE mesin meter arus dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan mesin meter arus pengisian BBM yang menjadi objek penelitian, dan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deksriptif dilakukan dengan tujuan utama memberikan gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Dari hasil penelitian yang dilakukan dari bulan Januari – Mei 2019 nilai OEE yang diperoleh mesin pengisian BBM dengan nilai rata – rata 99,25% yang menunjukan bahwa nilai OEE mesin pengisian BBM memiliki kualitas sangat baik, namun perlu melakukan pelatihan pemeliharaan mesin dengan baik dan benar agar dapat melaksanakan pemeliharaan secara rutin sesuai dengan standar SOP.0 aAMRIN3 aAFRIS, Widya Hastuti a49/TA TIA 2019