<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<srw_dc:dcCollection xmlns:srw_dc="info:srw/schema/1/dc-schema" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="info:srw/schema/1/dc-schema http://www.loc.gov/standards/sru/resources/dc-schema.xsd ">
  <srw_dc:dc>
    <title xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rancang Bangun Alat Pengumpul Gandum yang Ergonomis pada Departemen Milling di PT. Eastern Pearl Flour Mills Makassar : Tugas Akhir /</title>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">WIBISONO, Muhammad Iqra</creator>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">BASRI, Muhammad</creator>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ARMINAS</creator>
    <type xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</type>
    <publisher xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Makassar : Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,</publisher>
    <date xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2019</date>
    <language xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </language>
    <description xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">PT. Eastern pearl flour mills adalah salah satu industri yang mengolah gandum menjadi produk tepung terigu yang seluruh proses produksinya dijalankan secara otomatis. Pada proses produksi tepung terigu terdapat proses milling yang memisahkan antara kulit dan daging gandum yang nantinya akan menjadi tepung terigu. Namun dalam kegiatan membersihkan dan membawa gandum tersebut ke pipa offal atau palletizing pekerja masih menggunakan alat yang konvensional berupa sekop dengan kondisi sikap berdiri, membungkuk, jongkok mengangkat serta mendorong beban 75-100kg, dan dilakukan secara berulang-ulang, hal ini menimbulkan keluhan pada pekerja antara lain risiko cedera otot rangka (musculoskeletal disorder), nyeri pada punggung, leher, lengan/bahu, dan pergelangan tangan. Dari permasalahan tersebut penulis melakukan rancang bangun alat pengumpul gandum secara ergonomis yang bertujuan mengefesiensikan gerakan kerja dengan mengurangi risiko cidera. Metode yang digunakan yaitu metode REBA dan QEC, dimana metode REBA untuk mengidentifikasi pergerakan seluruh tubuh sehingga dapat memberi perbaikan gerakan tubuh secara keseluruhan dan metode QEC untuk menilai (exposure score) risiko kerja yang berhubungan dengan gangguan otot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja pada aktifitas pengumpulan gandum dari skor metode REBA yaitu 12 dan 13, skor ini merupakan level Risikonya sangat tinggi yang berarti tindakan perbaikannya perlu dilaksanakan saat ini dan pada metode QEC menghasilkn exposure score tinggi yaitu 130 dan 104 dengan range 50% - 73,03%, nilai ini berarti dilakukan perubahan secepatnya.</description>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Tugas Akhir TIA 2019</subject>
    <identifier xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/"/>
  </srw_dc:dc>
</srw_dc:dcCollection>
