<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Pengendalian Kualitas Terhadap Cacat Produk SIR 10 dengan Menggunakan Metode Six Sigma pada PT. London Sumatra Indonesia Kabupaten Bulukumba</title>
      <subTitle>Tugas Akhir</subTitle>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>RESKY, Fais</namePart>
    </name>
    <name type="personal">
      <namePart>AFRIS, Widya Hastuti</namePart>
    </name>
    <name type="personal">
      <namePart>SAWAL, Ahmad</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Politeknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro</publisher>
      <dateIssued>2021</dateIssued>
      <edition>2021</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <physicalDescription>
      <extent>xi, 39 halaman : Tabel, gambar ; 20,5x28,5 cm</extent>
    </physicalDescription>
    <abstract type="Summary">PT. London Sumatra Indonesia adalah perusahaan bergerak di bidang perkebunan dan industri, dengan produk yang dihasilkan adalah karet jenis SIR 10 (Standar Indonesia Rubber) dan RSS (Rubber Smoke Sheet). Khususnya pada proses produksi SIR 10 masih sering ditemukan cacat produk tiap bulannya. Adapun cacat produk yang sering terjadi pada proses produksi yaitu karet terkontaminasi debu dan kotoran serta gosong dan mentah. Tujuan dilakukannya penelitian ini bagaimana mengidentifikasi faktor-faktor penyeabab cacat produk dengan menggunakan metode six sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Berdasarkan analisa data pada bulan Oktober 2020 sampai Maret 2021, ditemukan jenis cacat yang paling sering terjadi yaitu produk dengan cacat mentah jumlah kerusakan 5.530 kg dengan presentase kerusakan sebanyak 0,95% dari total produksi 576.080 kg dengan rata-rata kerusakan ± 2%. Setelah melakukan tahap analisis menggunakan diagram sebab akibat ditemukan faktor-faktor penyebab cacat produk diantaranya adalah faktor lingkungan kerja yangmenyebabkan kelelahan dan ketelitian sedangkan faktor mesin akibat suhu yang tidak stbil dan kerusakan mei crefer yang sering terjadi sehingga diameter karet tidak sesuai standar.</abstract>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Fais Resky (18TIA433); Widya Hastuti Afris; Ahmad Sawal</note>
    <subject>
      <topic>Tugas Akhir TIA 2021</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">(R)2021 TA-TIA 818</classification>
    <classification authority="">(R)2021 TA-TIA 818 RES p</classification>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">240801</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20240801044310</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000000668</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
