<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rancang Bangun Alat Penetas Telur Ayam Otomatis Menggunakan Sensor  DHT22 dan Thermostat Berbasis IOT : Tugas Akhir /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   ASBIULLAH, Muh
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Makassar : Politeknik ATI Makassar - Otomasi Sistem Permesinan,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2021</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Pada umumnya, ayam dipelihara oleh masyarakat secara ala kadarnya yaitu telur dierami oleh induknya secara langsung sehingga perkembangbiakan ayam kurang maksimal. Sistem penetasan tradisional menggunakan indukan alami dirasa kurang efektif karena satu induk ayam hanya mampu mengerami maksimal 13 - 15 butir telur. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat alat penetas telur ayam otomatis untuk memudahkan para peternak dan mengurangi resiko gagalnya penetasan. Jenis penelitian ini merupakan eksperimental yang dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap perangcangan alat kemudian tahap pengujian. Pada perancangan ini menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai kendali utama, DHT22 sebagai sensor suhu dan kelembaban, Motor stepper sebagai penggerak rak telur, lampu pijar sebagai pemanas, kipas sebagai penghembus panas dan aplikasi Blynk sebagai monitoring alat dari jarak jauh. Alat penetas telur membutuhkan suhu ideal yaitu 37.1?C – 38.9?C dan membutuhkan kelembabans 50% - 65%. Hasil pengujian alat penetasan dari 10 butir telur tingkat keberhasilan mencapai 100% dalam waktu 21 hari.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Pada umumnya, ayam dipelihara oleh masyarakat secara ala kadarnya yaitu telur dierami oleh induknya secara langsung sehingga perkembangbiakan ayam kurang maksimal. Sistem penetasan tradisional menggunakan indukan alami dirasa kurang efektif karena satu induk ayam hanya mampu mengerami maksimal 13 - 15 butir telur. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat alat penetas telur ayam otomatis untuk memudahkan para peternak dan mengurangi resiko gagalnya penetasan. Jenis penelitian ini merupakan eksperimental yang dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap perangcangan alat kemudian tahap pengujian. Pada perancangan ini menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai kendali utama, DHT22 sebagai sensor suhu dan kelembaban, Motor stepper sebagai penggerak rak telur, lampu pijar sebagai pemanas, kipas sebagai penghembus panas dan aplikasi Blynk sebagai monitoring alat dari jarak jauh. Alat penetas telur membutuhkan suhu ideal yaitu 37.1?C – 38.9?C dan membutuhkan kelembabans 50% - 65%. Hasil pengujian alat penetasan dari 10 butir telur tingkat keberhasilan mencapai 100% dalam waktu 21 hari.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Tugas Akhir OSP 2021</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"/>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
