<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rancang Bangun Alat Pengering Biji Kakao Berbasis IOT dengan Kendali Suhu Otomatis : Tugas Akhir /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   AMIN, Muhammad
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Makassar : Politeknik ATI Makassar - Otomasi Sistem Permesinan,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2021</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Biji kakao yang baik adalah biji kakao ketika dipanen berkisar 60% dan setelah dikeringkan kadar air akan menurun hingga 6-7%. Pengeringan biji kakao dengan cara alami (penjemuran) memakan waktu kurang lebih 2-3 hari menggunakan sinar matahari dalam kondisi cerah, sedangkan pada musim penghujan pengeringan akan memakan waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk membuat sebuah alat yang dapat mempersingkat proses pengeringan dari biji kakao. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu tahap perancangan dan tahap pengujian. Pusat kendali alat anat ini menggunakan nodemcu Esp8266. Alat ini menggunakan finned heater sebagai sumber panas dan Thermostat digital XH-W3001 sebagai pembaca suhu sekaligus sebagai saklar otomatis bagi heater. Untuk monitoring suhu dan kelembaban melalui smartphone, alat ini menggunakan sensor DHT22 aplikasi Blynk yang terhubung dengan internet. Hasil pengujian keseluruhan alat ini mampu mengeringkan alat ini mampu mengeringkan biji kakao dalam waktu ±8 jam menggunakan suhu 55-65 ?C dengan rata-rata kadar air 6,7%. Dibandingkan dengan menjemur menggunakan sinar matahari 2-3 hari alat ini hanya membutuhkan ±8 jam pengeringan.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Biji kakao yang baik adalah biji kakao ketika dipanen berkisar 60% dan setelah dikeringkan kadar air akan menurun hingga 6-7%. Pengeringan biji kakao dengan cara alami (penjemuran) memakan waktu kurang lebih 2-3 hari menggunakan sinar matahari dalam kondisi cerah, sedangkan pada musim penghujan pengeringan akan memakan waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk membuat sebuah alat yang dapat mempersingkat proses pengeringan dari biji kakao. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu tahap perancangan dan tahap pengujian. Pusat kendali alat anat ini menggunakan nodemcu Esp8266. Alat ini menggunakan finned heater sebagai sumber panas dan Thermostat digital XH-W3001 sebagai pembaca suhu sekaligus sebagai saklar otomatis bagi heater. Untuk monitoring suhu dan kelembaban melalui smartphone, alat ini menggunakan sensor DHT22 aplikasi Blynk yang terhubung dengan internet. Hasil pengujian keseluruhan alat ini mampu mengeringkan alat ini mampu mengeringkan biji kakao dalam waktu ±8 jam menggunakan suhu 55-65 ?C dengan rata-rata kadar air 6,7%. Dibandingkan dengan menjemur menggunakan sinar matahari 2-3 hari alat ini hanya membutuhkan ±8 jam pengeringan.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Tugas Akhir OSP 2021</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"/>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
