<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Moral &amp; Religi : Menurut Emile Durkheim &amp; Henri Bergson /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   MUHNI, Djuretna Adi Imam
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Yogyakarta : Kanisius,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2000</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Emile Durkheim dan Henri Bergson memandang betapa pentingnya moral dan religi sebagai dasar kesejahteraan dan kebaikan hidup bersama. Manusia dipandang sebagai individu anggota masyarakat yang memiliki sosialibilitas dan tak mungkin hidup menyendiri. Kedua orang filsuf besar Prancis ini melihat unsur kreatif dalam kehidupan religius. Bagi mereka, akal (rasio) merupakan alat yang sangat berguna bagi kehidupan. Namun pengandalan pada rasio inilah yang akhirnya menunjukkan perbedaan antara kedua filsuf dalam memandang moral dan religi. Buku ini mengajak kita mendalami lebih lanjut pemikiran Emile Durkheim dan Henri Bergson tentang masalah moral dan religi. Bagi mereka yang mempelajari filsafat dan ilmu-ilmu sosial, buku ini memberikan kajian mendalam pemikiran dan pemahaman tentang moral dan religi serta wawasan baru. Dua masalah yang sangat relevan untuk dikaji dan direfleksi.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Emile Durkheim dan Henri Bergson memandang betapa pentingnya moral dan religi sebagai dasar kesejahteraan dan kebaikan hidup bersama. Manusia dipandang sebagai individu anggota masyarakat yang memiliki sosialibilitas dan tak mungkin hidup menyendiri. Kedua orang filsuf besar Prancis ini melihat unsur kreatif dalam kehidupan religius. Bagi mereka, akal (rasio) merupakan alat yang sangat berguna bagi kehidupan. Namun pengandalan pada rasio inilah yang akhirnya menunjukkan perbedaan antara kedua filsuf dalam memandang moral dan religi. Buku ini mengajak kita mendalami lebih lanjut pemikiran Emile Durkheim dan Henri Bergson tentang masalah moral dan religi. Bagi mereka yang mempelajari filsafat dan ilmu-ilmu sosial, buku ini memberikan kajian mendalam pemikiran dan pemahaman tentang moral dan religi serta wawasan baru. Dua masalah yang sangat relevan untuk dikaji dan direfleksi.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Etika</dc:subject>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Sumbangan Mahasiswa 2010</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"/>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:979-413-345-9</dc:identifier>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
