<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Upaya Penentuan Kualitas Bahan Baku dengan Metode Analitycal Hierarchy Process pada PT. Maruki International Indonesia</title>
      <subTitle>Tugas Akhir</subTitle>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>NILA Ridhayani</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Politeknik ATI Makassar-Teknik Industri Agro</publisher>
      <dateIssued>2018</dateIssued>
      <edition>2018</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <physicalDescription>
      <extent>x, 42 halaman : gambar; tabel ; 20x29 cm bibliografi</extent>
    </physicalDescription>
    <abstract type="Summary">Salah satu cara untuk mempertahankan sebuah perusahaan ditengah persaingan yaitu dengan menjaga kualitas produknya. Kualitas adalah kemampuan sebuah produk untuk memuaskan kebutuhan yang dispesifikasikan atau ditetapkan. Untuk menghasilkan sebuah output berupa produk jadi yang berkualitas, maka input atau bahan baku yang digunakan juga harus berkualitas. &#13;
Penelitian ini ditujukan untuk menentukan kualitas bahan baku yang digunakan PT. Maruki International Indonesia dalam memproduksi Butsudan. Sistem pendukung keputusan membantu pengambil keputusan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu metode yang digunakan adalah Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software Expert Choice. Metode ini digunakan untuk memudahkan pengambil keputusan untuk menentukan bahan baku yang tepat sesuai dengan standar diinginkan. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa untuk melakukan pemilihan kualitas bahan baku ada empat kriteria yang dijadikan sebagai dasar pemilihan yaitu sifat fisis, sifat mekanis, keawetan, dan estetika. Dari hasil penilaian responden ,keawetan merupakan kriteria yang paling diutamakan dengan nilai 0,357. Sedangkan kayu yang memiliki kualitas paling baik adalah kayu sonokeling karena memiliki bobot nilai paling tinggi yaitu 0,354.</abstract>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Nila Ridhayani; Amrin Rapi; Arminas</note>
    <subject>
      <name type="personal">
        <namePart>Nila Ridhayani (15TIA077)</namePart>
      </name>
    </subject>
    <subject>
      <topic>Tugas Akhir TIA 2018</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">(R)2018 TA-TIA 818</classification>
    <classification authority="">(R)2018 TA-TIA 818 NIL u</classification>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">260508</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20260508113348</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000005575</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
