<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000005429</controlfield>
  <controlfield tag="005">20220326020402</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0322000826</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Perancangan Mesin Perajang Singkong Kapasitas 100 Kg/Jam dengan Sistem Pneumatik :</subfield>
   <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
   <subfield code="c">Muh. Fadhli Akbar; Muh. Haeril Fajrin Amin</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">AKBAR, Muh. Fadhli; AMIN, Muh. Haeril Fajrin</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2021</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xiv, 75 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Tabel, gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">20,5x29 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (Rak TA TMIA 2021)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar-Teknik Manufaktur Industri Agro,</subfield>
   <subfield code="c">2021</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2021 TA-TMIA 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2021 TA-TMIA 818 AKB p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Tugas Akhir TMIA 2021</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Di Indonesia umbi-umbian menjadi bahan makanan pokok setelah beras dan jagung. Singkong merupakan umbi yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan keripik. Rasanya yang enak dan mengandung karbohidrat merupakan alasan utama keripik singkong mejadi favorit masyarakat. Tingginya minat dan permintaan masyarakat terhadap olahan keripik singkong terhalang pada proses mesin produksinya yang memerlukan waktu, tenaga, dan daya listrik yang banyak serta resiko kecelakaan kerja yang mungkin lebih besar terjadi, maka dengan menggunakan metode eksperimen yakni dengan mendesain dan merancang lagsung, penulis membuat perancangan mesin perajang singkong dengan sistem pneumatik ini guna membantu menghemat waktu, tenaga, dan daya yang digunakan saat produksi berlangsung serta mengurangi resiko kecelakaan yang terjadi dilapangan. Pada mesin ini dilengkapi dengan empat mata pisau yang ditransmisikan oleh puli dan sabuk menggunakan motor listrik dan dengan sistem pneumatik sebagai pendorong singkong. Hasil dari perancangan dan perhitungan mesin ini didapatkan kapasitas produksi perajangan hingga 100,8 kg/jam dengan kapasitas motor listrik sebesar 0,329 Hp = 0,5 Hp dan daya 246,17 Watt. Pneumatik yang digunakan yaitu pneumatic Double-Acting Diameter 40mm dan Panjang stroke 320mm.</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">220326                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">195/TA TMIA 2021</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
